Mendalami Motivasi Kejiwaan di Balik Tragedi Medan
Hasil pemeriksaan psikologis terhadap A, seorang siswi SD yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ibu kandungnya di Medan, mengungkap tingkat kecerdasan yang jauh di atas rata-rata dan minimnya gangguan mental.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dr. Irna Minauli, psikolog yang melakukan asesmen, menekankan bahwa paparan kekerasan lebih berperan dalam insiden tragis ini dibandingkan dengan masalah kesehatan mental.
Dr. Irna Minauli yang memeriksa A menemukan kemampuan kecerdasan yang tergolong superior. "A memiliki kecerdasan yang sangat cerdas, sehingga tidak mengherankan jika ia sering mendapatkan prestasi tinggi dan mampu mempelajari musik serta seni secara otodidak," ujarnya.
Penilaian lanjut menunjukkan bahwa A tidak mengalami gangguan mental seperti skizofrenia atau depresi berat. Irna menjelaskan, "Dari hasil pemeriksaan tidak dijumpai adanya gangguan mental tersebut. Anak tidak mengalami halusinasi, delusi, atau perilaku yang aneh."
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dr. Irna juga mengeksplorasi kemungkinan adanya gangguan perilaku atau conduct disorder pada A. Meskipun gangguan ini sering ditandai dengan perilaku menyimpang, hasil pemeriksaan menunjukkan hal yang berbeda.
"Kami mencoba menganalisis dengan kemungkinan adanya conduct disorder, tetapi ciri-ciri tersebut tidak ditemukan pada A," tambahnya, menekankan bahwa A tidak memperlihatkan perilaku menyimpang yang umum terlihat pada anak-anak dengan gangguan tersebut.
Psikolog tersebut menggaris bawahi pentingnya faktor pengalaman kekerasan yang dialami oleh A. "Kemungkinan terjadinya peristiwa ini bukan karena gangguan kesehatan mental, tetapi lebih kepada paparan kekerasan yang dialami dan disaksikan," ujarnya.
Irna juga mencatat bahwa game online dan bacaan yang sering dimainkan A, termasuk Mystery Murder dan Detektif Conan, mempengaruhi kondisi emosionalnya. "Emosi yang meluap cenderung menyebabkan kemarahan yang dipendam hingga meledak menjadi tindakan ekstrem," ungkapnya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: