BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 DESEMBER 2025 • 10:05 WIB

Kementerian Pariwisata Tanggapi Insiden Kapal Wisata di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata Tanggapi Insiden Kapal Wisata di Labuan BajoKementerian Pariwisata Tanggapi Insiden Kapal Wisata di Labuan Bajo

Insiden tenggelamnya kapal wisata phinisi di Labuan Bajo pada 26 Desember 2025 memicu respons cepat dari Kementerian Pariwisata. Kapal yang bernama Putri Sakina itu mengalami kecelakaan di Selat Padar, meninggalkan empat wisatawan asal Spanyol masih hilang.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebanyak tujuh penumpang lainnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR setelah kapal tersebut terbalik akibat gelombang tinggi. Kementerian pun melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan situasi ini.

Koordinasi Kementerian Pariwisata

Segera setelah mendapat laporan, Kementerian Pariwisata langsung berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Basarnas. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya respon cepat dalam situasi seperti ini.

Dalam pernyataannya, Menteri Widiyanti mengungkapkan, "Kami telah mengirimkan Staf Ahli Menteri serta pejabat Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores untuk langsung memantau dan berkoordinasi dengan operasi pencarian". Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas dalam pencarian yang sedang berlangsung.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dukungan kepada Keluarga Korban

Untuk mendukung keluarga wisatawan yang hilang, Kementerian Pariwisata melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta. Dalam upaya ini, tim khusus telah ditunjuk untuk membantu keluarga yang terkena dampak.

Menteri Widiyanti menegaskan, "Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat dan profesional tim penyelamat Indonesia."

Operasi Pencarian dan Kebijakan Pelayaran

Operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR direncanakan berlangsung selama tujuh hari, dengan evaluasi kondisi cuaca dan keamanan tim yang diutamakan. Sementara itu, Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan sementara pelayaran untuk kapal wisata di Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

Kementerian Pariwisata menegaskan komitmen mereka terhadap keselamatan wisatawan dengan pernyataan resmi yang menjamin transparansi dan tanggung jawab dalam menangani insiden ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kementerian Pariwisata Tanggapi Insiden Kapal Wisata di Labuan Bajo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!