Bahaya Tersembunyi Tren Miring di Pesawat yang Viral
Tren duduk meringkuk selama penerbangan kini menjadi perbincangan hangat di media sosial, dianggap sebagai posisi paling nyaman saat terbang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa posisi ini berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penumpang, terutama dalam penerbangan jarak jauh.
Gaya duduk meringkuk mempromosikan posisi di mana kaki diangkat ke bangku depan dan lutut merapat ke tubuh. Banyak pengguna di platform seperti TikTok mengklaim bahwa posisi ini nyaman untuk tidur.
Walau demikian, beberapa penumpang melaporkan masalah setelah mencobanya, dengan beberapa di antaranya mendapatkan teguran dari kru pesawat. Hal ini semakin menambah kontroversi seiring dengan meningkatnya popularitas tren tersebut.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Carole Lieberman, seorang ahli kesehatan, menekankan risiko yang mungkin muncul akibat posisi duduk ini. "Tren ini sangat berbahaya karena membuat kaki berada dalam posisi terkompresi dengan ketat," ungkapnya.
Beliau menjelaskan bahwa posisi ini dapat mengakibatkan pembentukan gumpalan darah, dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis (DVT). DVT terjadi saat gumpalan terbentuk dan menghambat aliran darah, berpotensi menjadi masalah kesehatan serius.
Meskipun DVT tidak selalu mengakibatkan kematian, Lieberman memperingatkan mengenai risiko embolisme paru. Pulmonary embolism (PE) dapat terjadi ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di paru-paru, yang dapat berakibat fatal.
Cleveland Clinic juga menyoroti bahwa meskipun posisi ini terlihat nyaman, risiko kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar. Menghindari posisi meringkuk terutama pada penerbangan jarak jauh sangat disarankan demi menjaga kesehatan penumpang.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: