Ketidakpastian Pasar Kripto di 2025: Pelajaran yang Dapat Diambil
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pelaku pasar kripto, dengan banyak pelajaran berharga yang muncul dari dinamika pasar yang membingungkan.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Kondisi ini menggarisbawahi bahwa narasi tentang siklus kenaikan yang terus-menerus tidak dapat bertahan tanpa adanya likuiditas yang memadai.
Di tahun 2025, kebijakan moneter Amerika Serikat menunjukkan pergeseran signifikan, terutama dengan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Suku bunga turun dari 4,5% di awal tahun menjadi 3,75% di akhir tahun, yang seharusnya bisa memicu kenaikan aset berisiko termasuk kripto.
Namun, keadaan di lapangan menunjukkan sebaliknya; likuiditas di pasar kripto tidak mengalami peningkatan, yang kemudian menyebabkan penurunan harga.
Kebijakan Quantitative Tightening yang diterapkan oleh The Fed telah mengurangi jumlah uang beredar, berdampak pada likuiditas di sektor kripto.
Kebijakan proteksionis yang dijalankan oleh pemerintahan Donald Trump, melalui penerapan tarif impor universal dan sanksi dagang, semakin memperberat kondisi pasar.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Pengumuman mengenai 'Liberation Day' memunculkan ketakutan akan inflasi biaya, membuat investor lebih cenderung menyimpan uang tunai daripada berinvestasi.
Akibatnya, Bitcoin dan aset kripto lain kesulitan untuk mempertahankan momentum, menyusul penurunan minat investasi baru.
Banyak investor akhirnya memilih instrumen keuangan yang lebih aman seperti obligasi pemerintah.
Bitcoin, yang sempat mencapai harga tertinggi baru di level US$ 125.251, mengalami penurunan signifikan di akhir tahun akibat kondisi pasar yang tidak mendukung.
Lonjakan harga sebelumnya lebih dikarenakan spekulasi daripada berdasarkan fundamental yang kuat, sehingga banyak investor mengalami kerugian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: