TikTok Hapus Ratusan Ribu Video Terkait Perjudian dan Penipuan di 2025
TikTok mengumumkan penghapusan lebih dari 600 ribu konten terkait perjudian dan penipuan sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Hilmi Adrianto, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah TikTok Indonesia.
Selama paruh pertama tahun 2025, TikTok telah menghapus lebih dari 424 ribu video terkait perjudian online. Penghapusan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dampak dari konten negatif di platform.
Selain video, TikTok juga menindak komentar yang mempromosikan perjudian dengan menghapus lebih dari 1,6 juta komentar. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keamanan pengguna.
Hilmi menekankan bahwa tantangan yang dihadapi TikTok tidak hanya berkaitan dengan perjudian, tetapi juga penipuan online yang terus meningkat. "Dan bicara tentang keamanan digital, tidak hanya judul online, tapi juga ada isu lainnya yaitu isu penipuan online," ujarnya.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Selama paruh pertama 2025, TikTok berhasil menghapus sekitar 232 ribu konten penipuan. Angka ini menunjukkan besarnya perhatian yang diberikan oleh pihak TikTok terhadap isu ini.
Lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang dianggap mengandung unsur penipuan juga telah teridentifikasi dan dihapus. Hilmi menjelaskan bahwa penipuan online menjadi masalah serius di Indonesia.
Setiap harinya, diperkirakan ada sekitar 700-800 korban penipuan online di Indonesia, yang mencerminkan tingkat penipuan yang signifikan dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Hilmi mengungkapkan bahwa isu penipuan online adalah tantangan yang perlu ditangani secara kolektif. "Ini adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus berjalan bersama-sama," tegasnya.
Sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman ini, TikTok berencana untuk memperkuat inisiatif keamanan digitalnya dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kolaborasi lintas sektor ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi pengguna di Indonesia.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: