Program Makan Bergizi Gratis: Dorong Produksi Lokal untuk Penuhi Gizi Masyarakat
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan pernyataan penting terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menekankan pentingnya pemanfaatan produk lokal oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa makanan dalam program ini harus diproduksi oleh warga setempat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam penjelasannya, Nanik merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025 yang mendukung penggunaan produk lokal dan melibatkan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi ekonomi lokal serta keberagaman dalam sumber makanan.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pentingnya pelibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis. Hal ini sesuai dengan pasal 38 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025, yang mengatur prioritas penggunaan produk dalam negeri.
Nanik berharap agar pelibatan UMKM dapat meningkatkan perekonomian lokal serta memberikan peluang pendapatan bagi warga. "Jangan lagi pakai biskuit, roti dari perusahaan besar. Semua makanan harus diproduksi warga sekitar dapur," ujarnya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Nanik memberikan contoh positif dari program MBG di Depok, Jawa Barat, di mana ibu-ibu orang tua siswa memproduksi makanan untuk program tersebut. Mereka tidak hanya membuat roti, tetapi juga produk lain seperti bakso, nugget, dan rolade.
Namun, Nanik menekankan bahwa semua produksi harus memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan setempat. PIRT diperlukan untuk menjamin keamanan dan standar produk makanan.
Dalam rangka penerapan kebijakan ini, Nanik mengajak pemerintah daerah untuk mempermudah pengurusan izin PIRT bagi usaha kecil. "Tolong Pak Wali, Bu Wawali, Dinkes, dipermudah izin PIRT-nya, untuk usaha kecil agar mereka bisa memasok dapur-dapur SPPG," tutur Nanik.
Kemudahan akses izin PIRT diharapkan dapat mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat dalam program MBG, sehingga kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: