Langkah Strategis Perbaikan Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah melakukan perbaikan setelah menerima teguran untuk memperbaiki masalah internal. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya meminta waktu satu tahun untuk melihat kemajuan yang diharapkan dari instansi tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Ia menambahkan bahwa dukungan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja DJBC. Jika dalam waktu setahun tidak ada perbaikan signifikan, kementeriannya akan mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut.
Saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Purbaya mengungkapkan, 'Kami minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu saja sudah lumayan, artinya mereka mampu. Memang perlu didorong saja.' Pernyataan ini mencerminkan keyakinan Purbaya terhadap kemampuan DJBC dalam mengatasi berbagai tantangan.
Purbaya juga menjelaskan bahwa kementeriannya sedang mematangkan wacana terkait potensi merumahkan pegawai DJBC. 'Tapi kalau sudah maju, sudah bagus, buat apa lagi?,' tambahnya, menandakan bahwa kemajuan menjadi indikator utama dalam penilaian kinerja.
Optimisasi dalam pelatihan dan sumber daya manusia di dalam institusi juga disoroti oleh Purbaya. Ia percaya bahwa inovasi ini penting untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dalam upaya perbaikan, DJBC telah meluncurkan tiga teknologi baru, termasuk alat pemindai peti kemas (X-ray) dengan fitur radiation portal monitor (RPM), Self Service Report Mobile (SSR-Mobile), dan Trade AI. Purbaya menjelaskan, 'Jadi, kami sudah melatih cukup banyak orang. Itu yang mesti kami pertahankan dan jaga.'
Teknologi tersebut diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan akurasi pemeriksaan barang, yang selama ini menjadi tantangan bagi DJBC. Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari usaha menyeluruh untuk memperbaiki citra Bea Cukai.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar semua inovasi dapat terlaksana dengan efektif. Hal ini menjadi kunci bagi keberhasilan implementasi teknologi yang telah diperkenalkan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki kinerja dan menghilangkan citra negatif yang melekat pada institusinya. Djaka menyatakan, 'Kami memahami masalah yang kami hadapi dan bertekad untuk memperbaiki pelayanan.'
Dalam wawancara sebelumnya, Purbaya juga menyebutkan bahwa wacana merumahkan pegawai muncul sebagai respon terhadap kinerja DJBC yang dianggap kurang memuaskan. 'Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan,' ujarnya.
Upaya untuk memperbaiki kinerja ini dianggap sangat krusial, tidak hanya untuk DJBC tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: