BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

Studi Universitas Reading: Otak Bisa Merasakan Sakit Melalui Visualisasi

Studi Universitas Reading: Otak Bisa Merasakan Sakit Melalui VisualisasiStudi Universitas Reading: Otak Bisa Merasakan Sakit Melalui Visualisasi

Sebuah studi dari University of Reading mengungkapkan bahwa otak manusia dapat merasakan rasa sakit saat melihat orang lain terluka. Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara pemrosesan visual dan sensasi sentuhan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Dipimpin oleh Dr. Nicholas Hedger, penelitian ini melibatkan 174 relawan yang menonton klip film untuk mengeksplorasi bagaimana kita merasakan rasa sakit yang bukan berasal dari diri kita.

Metode dan Temuan Penelitian

Dalam studi ini, 174 relawan diminta untuk menonton klip dari film terkenal, seperti 'Inception' dan 'Home Alone'. Peneliti menganalisis aktivitas otak peserta selama pemutaran untuk memahami respons mereka terhadap adegan yang menunjukkan cedera.

Hasil pemindaian menunjukkan adanya keterkaitan yang signifikan antara sistem visual dan sistem pemrosesan sentuhan. Saat adegan cedera muncul, bagian otak yang terkait dengan sentuhan diaktifkan, menggambarkan seolah-olah kita yang mengalami rasa sakit tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Pengolahan Visual dan Sensasi Tubuh

Lebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa bagian dorsal dari sistem visual memetakan area tertentu di layar dengan bagian tubuh yang terlihat. Misalnya, ketika gambar wajah muncul, bagian otak yang merespons wajah menjadi lebih aktif.

Penelitian juga menemukan bahwa bagian ventral dari sistem visual menyesuaikan aktivitasnya sejalan dengan bagian tubuh yang diamati. Saat klip menunjukkan tangan yang terluka, area otak yang berhubungan dengan tangan akan lebih aktif, meskipun posisinya di layar berbeda.

Implikasi dalam Pemahaman Neurologis dan Empati

Menurut Dr. Hedger, keterhubungan antara sistem visual dan sentuhan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa informasi sentuhan membantu otak membangun gambaran ruang saat berada dalam situasi gelap.

Temuan ini juga memberikan peluang baru untuk memahami kondisi neurologis seperti autisme. Penggunaan film sebagai metode penelitian dapat menjadi sarana yang nyaman untuk mengeksplorasi bagaimana individu dengan sensitivitas tinggi merespons rangsangan.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Studi Universitas Reading: Otak Bisa Merasakan Sakit Melalui Visualisasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!