Masyarakat Indonesia Hadapi Masalah Kesehatan Gigi yang Mengkhawatirkan
Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS) menunjukkan bahwa sekitar 88 persen masyarakat Indonesia, setara dengan hampir 200 juta orang, mengalami karies atau gigi berlubang.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Dokter gigi, drg. Aswar Sandi, mengungkapkan kurangnya pemahaman tentang cara menjaga kesehatan gigi menjadi penyebab utama tingginya angka tersebut.
Salah satu penyebab utama gigi berlubang adalah durasi menyikat gigi yang terlalu singkat. drg. Aswar menekankan bahwa durasi ideal untuk menyikat gigi adalah dua menit, namun banyak orang menyikat gigi dalam waktu kurang dari satu menit.
Kebiasaan ini sering kali dipicu oleh kesibukan sehari-hari, yang membuat banyak orang terburu-buru saat menyikat gigi.
Akibat dari durasi yang tidak memadai, bagian-bagian dari gigi menjadi tidak terjangkau oleh sikat gigi, sehingga memicu penumpukan plak dan karies.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Selain durasi, teknik menyikat gigi yang tidak tepat juga berkontribusi terhadap masalah gigi berlubang. drg. Aswar menyoroti bahwa menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan abrasi pada enamel gigi.
Enamel, lapisan pelindung terluar, sangat penting bagi kesehatan gigi. Jika enamel ini terkikis, gigi akan terlihat kuning dan lebih rentan terhadap kerusakan.
Ketidaktelitian dalam menyikat gigi, terutama di sela-sela, bisa mengakibatkan penumpukan lebih banyak bakteri yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Mencegah gigi berlubang membutuhkan komitmen terhadap kebersihan mulut yang baik. drg. Aswar menyarankan menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan durasi yang cukup, yaitu sekitar satu hingga dua menit setiap kali.
Penggunaan benang floss juga dianjurkan untuk membersihkan sela-sela gigi yang sering terabaikan. Diikuti dengan penggunaan obat kumur untuk membunuh bakteri yang tersisa.
Perawatan gigi yang konsisten dapat mengurangi risiko gigi berlubang serta masalah kesehatan mulut lainnya yang berbahaya.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: