BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 11:39 WIB

Cuaca Dingin Dan Peningkatan Risiko Serangan Jantung Menurut Penelitian Terbaru

Cuaca Dingin Dan Peningkatan Risiko Serangan Jantung Menurut Penelitian TerbaruCuaca Dingin Dan Peningkatan Risiko Serangan Jantung Menurut Penelitian Terbaru

Cuaca dingin dapat memicu peningkatan insiden serangan jantung, kata penelitian yang dipublikasikan di JAMA Cardiology.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Studi ini menunjukkan hubungan signifikan antara suhu rendah dan tingginya angka serangan jantung, sehingga menjadi perhatian serius bagi banyak ahli kesehatan.

Hubungan Antara Suhu dan Serangan Jantung

Penelitian yang dilakukan di Swedia ini mengumpulkan data mengenai kejadian serangan jantung dan catatan cuaca dari berbagai stasiun pemantauan. Hasil menunjukkan bahwa serangan jantung paling banyak terjadi pada suhu rendah, angin kencang, minim cahaya matahari, dan tekanan atmosfer rendah.

David Erlinge, Kepala Departemen Kardiologi di Lund University, mengungkapkan bahwa risiko serangan jantung meningkat drastis saat suhu turun di bawah 0 derajat Celsius. Ia mencatat bahwa insiden serangan jantung menurun saat suhu meningkat di atas 3 hingga 4 derajat Celsius.

"Ketika suhu minimum turun dari 20 derajat ke 0 derajat, risiko serangan jantung meningkat sebesar 14 persen," kata Erlinge, yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap variasi suhu yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Efek Paparan Dingin Jangka Panjang

Hong Chen dari Health Canada menjelaskan bahwa paparan suhu dingin dapat memberikan efek jangka panjang. Ia mencatat dalam literatur bahwa dampak suhu dingin dapat bertahan hingga dua hingga tiga minggu setelah terpapar.

Menariknya, hubungan antara suhu rendah dan serangan jantung lebih terlihat selama musim yang lebih hangat. Ini menunjukkan bahwa penurunan suhu, meski tidak ekstrem, tetap dapat memicu respons stres pada tubuh manusia.

Para peneliti mengingatkan bahwa perubahan iklim bisa membuat musim dingin menjadi lebih ekstrem. Dengan adanya perubahan ini, risiko kesehatan yang terkait dengan suhu dingin menjadi lebih signifikan meskipun suhu global meningkat.

Upaya Pencegahan untuk Meminimalisir Risiko

Ivor Benjamin, Presiden American Heart Association, menekankan bahwa meski studi ini menunjukkan hubungan, untuk membuktikan penyebab langsung masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Namun, ia mengingatkan bahwa ada banyak faktor risiko yang harus diperhatikan selama bulan-bulan dingin.

Aktivitas fisik berat di luar ruangan saat cuaca dingin, seperti menyekop salju, dapat berpotensi menjadi pemicu serangan jantung. Oleh karena itu, Benjamin menyarankan untuk membatasi aktivitas berat selama cuaca dingin dan berupaya tetap berada di dalam ruangan.

Selain itu, memeriksa kondisi kesehatan orang-orang terdekat, terutama mereka yang tinggal sendiri atau berisiko tinggi terhadap penyakit jantung, adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran serta mengurangi kemungkinan terjadinya serangan jantung.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Cuaca Dingin Dan Peningkatan Risiko Serangan Jantung Menurut Penelitian Terbaru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!