BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 16:42 WIB

Kehancuran Tongkonan Ka’pun: Ketegangan Antara Hukum dan Budaya di Tana Toraja

Kehancuran Tongkonan Ka’pun: Ketegangan Antara Hukum dan Budaya di Tana TorajaKehancuran Tongkonan Ka’pun: Ketegangan Antara Hukum dan Budaya di Tana Toraja

Tongkonan Ka’pun, sebuah bangunan adat berusia lebih dari 300 tahun yang terletak di Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja, dirobohkan pada Jumat (5/12) dalam sebuah eksekusi lahan adat.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan pengadilan dan melibatkan aparat gabungan, namun menimbulkan kericuhan akibat penolakan dari warga terhadap pembongkaran bangunan bersejarah tersebut.

Proses Eksekusi dan Tanggapan Warga

Eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Makale ini tidak hanya melibatkan Tongkonan Ka’pun tetapi juga tiga tongkonan lainnya, enam lumbung padi, dan dua rumah semi permanen. Alat berat berupa ekskavator digunakan untuk merobohkan bangunan ini, yang selama ini menjadi simbol sejarah bagi keluarga besar dan identitas adat Toraja.

Ketegangan meningkat saat eksekusi berlangsung, dengan warga berusaha menghalangi jalannya pembongkaran. Bentrokan antara warga dan aparat menyebabkan belasan orang mengalami luka akibat penggunaan peluru karet oleh pihak keamanan, menunjukkan respons yang agresif dari aparat.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Reaksi Masyarakat dan Aktivis

Aktivis perempuan Toraja, Meisatari Putri Vermanari, memberikan reaksi keras dengan menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk represif yang mengabaikan hak masyarakat adat. "Tindakan represif dalam eksekusi Tongkonan Ka’pun bukan hanya mengabaikan hak masyarakat adat, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial," cetus Meisatari.

Warga setempat menganggap Tongkonan Ka’pun sebagai pusat kehidupan adat yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual. Menurut mereka, perobohan ini adalah hilangnya bagian penting dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dampak Emosional dan Sosial

Peristiwa ini semakin menekankan pentingnya perlindungan hukum terhadap situs budaya. Seorang tokoh adat menyatakan, "Tongkonan bukan sekadar rumah, melainkan simbol persatuan keluarga dan warisan leluhur. Kehancuran ini adalah luka bagi masyarakat Toraja."

Kejadian ini menarik perhatian nasional dan memicu diskusi tentang perlu tidaknya perlindungan yang lebih kuat terhadap warisan sejarah untuk mencegah sengketa lahan yang merugikan nilai-nilai budaya yang tak ternilai.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kehancuran Tongkonan Ka’pun: Ketegangan Antara Hukum dan Budaya di Tana Toraja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!