Kebakaran di Pasar Anyar Bogor: 25 Kios Terbakar Akibat Kebocoran Kabel
Kebakaran terjadi di Blok CD Pasar Kebon Kembang, Pasar Anyar, Kota Bogor, membakar sebanyak 25 kios pada pagi hari, 4 Desember 2025. Insiden ini diduga disebabkan oleh kabel yang terbakar di salah satu toko kelontong.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh sekuriti saat melakukan patroli sekitar pukul 5:50 WIB.
Menurut keterangan Ipda Budi Setiawan, sekuriti Agus melihat lampu penerangan luar mati dan mencium bau terbakar. Agus segera menemukan asap yang berasal dari lantai dasar blok CD, tempat sejumlah pedagang kelontongan dan aksesoris beroperasi.
Awalnya, sekuriti dan pedagang di lokasi berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak berhasil. Mereka kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Sebanyak 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor diterjunkan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 10:00 WIB, dan Ipda Budi mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Febri, salah satu pedagang kelontong, mengaku berada di area basemen saat kebakaran terjadi. Ia merasakan kepanikan saat melihat asap mulai menyelimuti lantai dasar.
Ia menambahkan bahwa beberapa kios masih dalam keadaan terkunci saat kebakaran berlangsung. Selain itu, ia menjelaskan kendala dalam penanganan awal, di mana hidran tidak berfungsi dengan baik dan jumlah APAR yang tersedia hanya satu unit yang masih berfungsi.
Waktu yang cukup lama dihabiskan untuk usaha memadamkan api secara manual sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Budi menyatakan bahwa total kios yang terbakar adalah sekitar 25 unit. Dari informasi yang diperoleh, pemilik kios kelontong bernama Wandin mengalami kerugian mencapai 1,5 Miliar Rupiah.
Wandin yang saat itu berada di rumah menegaskan bahwa tokonya telah dikunci, dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan barang-barangnya yang terbakar.
Peristiwa ini menambah catatan kejadian kebakaran yang sering terjadi di pasar tradisional, biasanya akibat masalah instalasi listrik atau kelalaian dalam penggunaan barang elektronik.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: