Bandara IMIP Beroperasi Tanpa Pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah beroperasi tanpa kehadiran petugas Bea Cukai dan Imigrasi.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Pernyataan ini meningkatkan sorotan publik terhadap bandara yang beroperasi di kawasan industri nikel, dianggap melanggar ketentuan yang berlaku.
Dalam keterangannya, Purbaya mengakui bahwa bandara yang beroperasi di kawasan industri tersebut tidak memiliki perangkat negara. Ia mengatakan, 'Kelihatannya seperti itu (tak ada bea cukai dan imigrasi), nanti kita lihat seperti apa sih ke depannya.'
Purbaya menambahkan bahwa bandara tersebut mendapatkan izin khusus saat pertama kali beroperasi, walaupun tidak menyebutkan kementerian atau lembaga yang bertanggung jawab atas izin tersebut.
Menteri Keuangan juga menegaskan, 'Kalau mau dikasih ya kita siap orangnya. Orang bea cukainya banyak kok. Imigrasi juga katanya.' Ini menunjukkan kesiapan kementerian untuk mengirimkan petugas jika diperlukan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Bandara IMIP kini menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan keheranannya saat meninjau latihan TNI pada 19 November 2025. Ia menekankan, tidak adanya aparat Bea Cukai dan Imigrasi adalah suatu kekhawatiran.
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, mendorong agar dilakukan penyelidikan tuntas atas akses terbatas menuju bandara tersebut. Ia menganggap situasi ini sangat aneh untuk fasilitas penerbangan sipil.
'Ini aneh. Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,' tegas Kurniawan, mencerminkan ketidakpuasan terhadap pengawasan yang ada.
Kurniawan menegaskan bahwa bandara tersebut telah beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019. Ia menyatakan betapa aneh jika fasilitas ini tidak terpantau oleh aparatur negara selama bertahun-tahun.
'Ini sudah berlangsung cukup lama. Kenapa tidak ada kontrol negara? Atau jangan-jangan sudah dijual,' ujarnya, mengekspresikan keprihatinan terhadap situasi yang tidak seharusnya terjadi.
Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan negara di bandara IMIP tersebut, yang seharusnya menjadi fasilitas yang aman dan teratur.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: