Panggilan Telepon Xi Jinping dan Donald Trump: Membahas Ketegangan Taiwan
Pada Senin (24/11), Presiden China Xi Jinping berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai isu Taiwan. Panggilan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Diskusi tersebut mencuat setelah serangkaian pernyataan yang memicu kontroversi mengenai status Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya.
Ketegangan antara China dan Jepang semakin meningkat setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa Jepang akan melakukan intervensi militer jika Taiwan diserang.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari China yang menganggap bahwa intervensi militer Jepang adalah pelanggaran terhadap kedaulatan China atas Taiwan.
Xi Jinping mengingatkan Trump bahwa, "China dan AS pernah berjuang berdampingan melawan fasisme dan militerisme, dan sekarang harus bekerja sama untuk mengamankan hasil Perang Dunia II."
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Meskipun AS tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, mereka tetap menjadi mitra dan pemasok senjata utama bagi pulau tersebut.
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Trump dalam percakapan tersebut menyebutkan bahwa AS "memahami betapa pentingnya masalah Taiwan bagi China."
Ketegangan ini menyoroti kompleksitas hubungan internasional dan dampak intervensi negara terhadap stabilitas regional di kawasan Asia.
Setelah panggilan, Trump memuji hubungan AS-China yang "sangat kuat," meskipun tidak memberikan komentar langsung mengenai isu Taiwan.
Tindakan Trump tersebut menunjukkan upaya untuk mempertahankan komunikasi diplomatik dengan China di tengah meningkatnya ketegangan.
Sementara itu, Taiwan terus menegaskan haknya untuk menentukan masa depannya sendiri, menolak klaim China yang dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatannya.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: