Misteri Komet Antar Bintang 3I/ATLAS: Menyelidiki Asal-usul dan Karakteristiknya
Komet antar bintang 3I/ATLAS yang ditemukan tahun ini telah menarik perhatian ilmuwan, khususnya tim dari NASA. Ini menjadi objek antarbintang ketiga yang tercatat memasuki tata surya dan penelitian pun mulai dilakukan secara mendalam.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Pada Rabu (19/11), NASA merilis foto terbaru dari 15 misi, termasuk Teleskop Luar Angkasa James Webb dan rover Perseverance. Menurut Nicky Fox, Associate Administrator NASA, proyek ini melibatkan instrumen ilmiah yang melampaui kemampuan normal.
NASA menegaskan bahwa 3I/ATLAS bukanlah pesawat alien, melainkan komet yang berperilaku seperti komet biasa. Amit Kshatriya menjelaskan, "Bentuk dan perilakunya seperti komet, dan semua bukti mengarah pada kesimpulan tersebut, namun sangat menarik karena berasal dari luar tata surya."
Observasi dari JWST dan teleskop SPHEREx telah mengungkapkan komposisi dasar komet ini. Shawn Domagal-Goldman, Direktur Sementara Divisi Astrofisika NASA, menunjukkan bahwa mereka mendeteksi gas karbon dioksida dan es air pada inti komet, memperlihatkan perilaku khas komet dengan proporsi CO2 yang lebih tinggi dari biasanya.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
MRO menangkap foto terdekat komet dari jarak 31 juta kilometer, menunjukkan 3I/ATLAS sebagai bola putih kabur. Kshatriya menambahkan, "Itu adalah koma, awan debu dan es yang lepas saat komet mendekati matahari."
Pengamatan dari wahana lain seperti Psyche dan MAVEN juga memberikan sudut pandang berbeda. Tom Statler dari NASA menyampaikan, "Komet ini datang dari arah berlawanan, sehingga posisi Bumi tidak ideal untuk mengamatinya, tapi Mars dan wahana lain berada di tempat yang tepat."
Fenomena menarik terjadi saat 3I/ATLAS mengalami peningkatan kecerahan yang cepat pada 29 Oktober mendekati matahari. Statler mencatat, "Komet memang mengeluarkan nikel dan besi, tapi 3I/ATLAS menghasilkan nikel lebih banyak dari besi. Ini luar biasa dan perlu diteliti lebih lanjut."
Para ilmuwan sedang mempelajari ukuran komet yang diperkirakan antara ratusan meter hingga beberapa kilometer. Namun, debu tebal yang menyelimutinya menghalangi pandangan mereka untuk melihat bentuk objektifnya secara jelas.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: