BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 17:53 WIB

Arab Saudi Ditetapkan Sebagai Sekutu Utama Non-NATO oleh AS

Arab Saudi Ditetapkan Sebagai Sekutu Utama Non-NATO oleh ASArab Saudi Ditetapkan Sebagai Sekutu Utama Non-NATO oleh AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan bahwa Arab Saudi resmi ditetapkan sebagai sekutu utama non-NATO. Pengumuman ini disampaikan saat jamuan makan malam dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, di Gedung Putih.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan kerja sama militer kedua negara, di mana status serupa hanya diberikan kepada 19 negara lainnya. Kunjungan ini juga menjadi yang pertama bagi MBS setelah kontroversi terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Kunjungan Bersejarah Pangeran Mohammed bin Salman

Kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ke Gedung Putih pada 18 November 2025 merupakan momen bersejarah, mengingat ketegangan hubungan AS dan Saudi setelah insiden Khashoggi. Tuduhan keterlibatan MBS dalam pembunuhan tersebut secara resmi dibantah oleh pemerintah Saudi.

Selama jamuan makan malam, Trump membela MBS dengan menyatakan, "Dia tidak tahu apa-apa tentang itu," merujuk pada isu yang ditemui antara kedua negara. Hal ini mencerminkan upaya Trump untuk menjalin hubungan baik di tengah kontroversi yang membayangi.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk kedua negara membahas isu keamanan dan kerja sama militer, di mana penetapan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO menjadi fokus utama.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Penetapan Status Sekutu Utama Non-NATO

Penetapan status 'sekutu utama non-NATO' untuk Arab Saudi menunjukkan keinginan AS untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. Status ini memberikan keuntungan dalam kerjasama keamanan dan perdagangan pertahanan tanpa adanya komitmen keamanan yang eksplisit.

Trump menyatakan, "Malam ini, saya dengan bangga mengumumkan bahwa kami telah meningkatkan kerja sama militer ke tingkat yang lebih tinggi..." Hal ini menegaskan pentingnya hubungan strategis antara AS dan Saudi dalam konteks global.

Sebelumnya, negara-negara lain di Timur Tengah seperti Bahrain dan Mesir telah lebih dulu mendapatkan status serupa. Dengan demikian, Arab Saudi resmi bergabung dengan negara-negara strategis di bawah naungan AS.

Perjanjian Penting yang Diteken Selama Kunjungan

Selama kunjungan MBS, kedua negara menandatangani sejumlah perjanjian penting termasuk kerjasama di bidang energi nuklir sipil dan pembelian jet tempur F-35. Dalam perjanjian energi nuklir, perusahaan-perusahaan AS ditunjuk sebagai mitra pilihan Saudi.

Pengadaan jet tempur F-35 menjadi bagian dari perjanjian pertahanan yang lebih luas, menunjukkan komitmen Saudi untuk memperkuat pertahanan di tengah tantangan regional. Hal ini menandai langkah strategis dalam memperluas kapasitas militer mereka.

MBS juga menegaskan pentingnya isu Palestina dalam konteks hubungan Saudi dengan Israel, di mana ia menyampaikan perlunya "jalan yang jelas" untuk pembentukan negara Palestina guna meraih normalisasi hubungan.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Arab Saudi Ditetapkan Sebagai Sekutu Utama Non-NATO oleh AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!