Penyakit Tidak Menular: Ancaman Utama Kesehatan Global
Menurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Data ini menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit tidak menular telah melampaui jumlah kematian akibat penyakit infeksi, yang selama ini lebih banyak diperhatikan.
Penyakit tidak menular (PTM) meliputi berbagai kondisi kesehatan yang tidak ditularkan dari satu individu ke individu lain. Contohnya termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.
Menurut WHO, lebih dari 71% dari 56 juta kematian yang tercatat pada tahun 2016 disebabkan oleh penyakit tidak menular. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih pada pencegahan dan pengelolaan penyakit ini.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Laporan WHO mencatat bahwa angka kematian akibat PTM meningkat setiap tahunnya. Ini mengejutkan banyak pihak, karena selama ini fokus banyak orang lebih tertuju pada penyakit infeksi, terutama selama pandemi COVID-19.
Dampak dari angka kematian ini sangat signifikan, tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk sistem kesehatan global. Biaya perawatan kesehatan pun meningkat karena banyaknya pasien yang memerlukan perawatan jangka panjang.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit tidak menular adalah kurangnya kesadaran masyarakat. Banyak orang tidak tahu tentang faktor risiko dan pentingnya gaya hidup sehat sebagai bentuk pencegahan.
WHO mendorong setiap negara untuk meningkatkan upaya edukasi dan pencegahan, serta meningkatkan akses terhadap perawatan yang diperlukan. Tingkatkan pola hidup sehat, sambil mengurangi konsumsi alkohol dan rokok, menjadi langkah-langkah penting yang harus diambil.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: