Pencemaran Metformin di Sungai Angke: Ancaman Tersembunyi bagi Lingkungan dan Kesehatan
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa metformin, obat diabetes yang umum digunakan, terdeteksi di Sungai Angke, Jakarta. Penemuan ini menyoroti masalah pencemaran yang lebih luas di perairan Indonesia akibat limbah obat yang tidak terkelola dengan baik.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan metformin di tiga dari enam titik sampel air pada Juni 2022. Temuan ini menambah daftar panjang pencemaran zat aktif farmasi di perairan Indonesia.
Dalam penelitian yang dilakukan pada Juni 2022, tim BRIN mengamati adanya metformin pada tiga dari enam titik sampel air di Sungai Angke. Hasil analisis menunjukkan tingkat pencemaran metformin berkisar antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L), dengan titik ketiga mencatatkan kadar tertinggi disertai dengan air yang keruh dan kadar mangan yang sangat tinggi.
Pencemaran ini mencerminkan tantangan serius yang dihadapi dalam pengelolaan limbah farmasi, mengingat peningkatan penggunaan obat-obatan di masyarakat. Sungai Angke kini menjadi salah satu indikator masalah yang lebih besar dalam pengawasan pencemaran perairan di Indonesia.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kehadiran metformin di Sungai Angke memberikan dampak signifikan, meskipun kadar terendahnya masih di bawah ambang batas di negara lain. Kadar 27 ng/L berada di persentil kelima dari data global, sedangkan kadar tertinggi, 414 ng/L, melampaui 40% data global.
Penelitian lain menunjukkan bahwa paparan metformin, bahkan pada kadar rendah, dapat memberikan efek negatif pada organisme air seperti kerang dan ikan. Metformin yang tidak terurai secara alami berpotensi terakumulasi dalam rantai makanan, yang dapat kembali berdampak pada manusia.
Meskipun ada regulasi terkait baku mutu air, metformin sebagai contaminants of emerging concern atau kontaminan yang perlu diperhatikan belum terdaftar. Ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan strategi baru untuk menangani pencemaran oleh zat farmasi di perairan.
Studi ini merekomendasikan peningkatan sistem pengolahan limbah, edukasi publik tentang cara pembuangan obat yang benar, serta penegakan hukum terhadap pengelolaan limbah industri. Dengan epidemi diabetes yang terus meningkat, langkah-langkah ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: