Kontroversi Pernyataan Ribka Tjiptaning tentang Soeharto Menyulut Laporan ke Bareskrim
Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Rakyat Anti Hoaks (ARAH) terkait kontroversi pernyataannya tentang Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Ribka mengungkapkan penolakannya terhadap pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional, menyebutnya sebagai 'pembunuh jutaan rakyat'.
Koordinator ARAH, Iqbal, menyampaikan laporan ke Bareskrim Polri di Jakarta Selatan pada Rabu (12/11).
Dalam laporannya, Iqbal menekankan bahwa pernyataan Ribka tentang Soeharto yang mengklaim dirinya sebagai pembunuh tidak berbasis pada fakta hukum dan berpotensi menyesatkan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Pernyataan Ribka dilayangkan pada Selasa (28/10), di mana ia memprotes pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional dengan mengatakan, 'Sudah ngomong di beberapa media loh. Kalau pribadi, oh, saya menolak keras.'
Ia menilai bahwa pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional tidak pantas, jelasnya, 'Apa sih hebatnya si Soeharto itu sebagai pahlawan hanya bisa memancing, eh apa membunuh jutaan rakyat Indonesia.'
Iqbal menambahkan bahwa pernyataan Ribka dapat mengarah kepada ujaran kebencian dan menyertakan beberapa video untuk mendukung aduan mereka.
Sementara itu, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional diadakan pada Senin (10/11) lalu, menambah kompleksitas diskusi mengenai warisannya di Indonesia.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: