Lonjakan Serangan Spyware di Indonesia Mencapai Angka Mencengangkan
Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan adanya lonjakan signifikan serangan spyware di Indonesia, dengan total 85.560 serangan terjadi antara Januari hingga Juni 2025.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Peningkatan ini mencatat angka 64,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 52.705 serangan.
Spyware merupakan perangkat lunak yang diam-diam terinstal di perangkat pengguna guna mengumpulkan informasi pribadi dan data sensitif. Berbeda dengan malware, spyware umumnya tidak merusak sistem tetapi memantau aktivitas pengguna.
Dari penjelasan Kaspersky, spyware dapat merekam berbagai informasi, mulai dari kredensial login, nomor kartu kredit, hingga kebiasaan penjelajahan online. Aktivitas ini dapat dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna, sehingga menimbulkan ancaman yang serius.
Dalam konteks keamanan siber, peningkatan serangan spyware telah dibuktikan dengan fakta bahwa setiap hari rata-rata terjadi 475 serangan di Indonesia. Ini adalah tanda bahaya bagi banyak perusahaan yang perlu memperhatikan keamanan data mereka.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas spyware komersial, yang menyediakan 'malware legal' kepada pemerintah atau penegak hukum. Jenis spyware ini dirancang untuk memantau komunikasi dan aktivitas perangkat secara rahasia.
Spyware komersial dapat mengakses pesan pribadi, menyadap panggilan, dan melacak lokasi pengguna. Kaspersky menyatakan bahwa jenis spyware ini sering mengeksploitasi kerentanan zero-click, di mana infeksi dapat terjadi tanpa interaksi pengguna.
Lonjakan serangan spyware ini harus menjadi perhatian setiap organisasi di Indonesia, terutama di sektor swasta yang rentan terhadap ancaman tersebut.
Kaspersky memberikan serangkaian rekomendasi untuk melindungi perangkat dari serangan spyware. Pertama, sangat penting untuk memperbarui perangkat lunak secara berkala di semua perangkat yang digunakan.
Selanjutnya, pengguna disarankan untuk tidak mengklik tautan yang mencurigakan, karena satu klik dapat menjadi pemicu infeksi spyware. Penggunaan VPN juga dianjurkan untuk menyamarkan lalu lintas internet dan melindungi dari pengalihan ke situs berbahaya.
Terakhir, pemasangan solusi keamanan yang andal dan penggunaan informasi intelijen ancaman terkini akan membantu organisasi dalam menjaga data mereka tetap aman dari ancaman spyware.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: