Penyitaan Inhaler Herbal Hong Thai: Penegakan Hukum Demi Keamanan Konsumen
Lebih dari dua juta inhaler herbal merek Hong Thai disita pemerintah Thailand dari berbagai pabrik ilegal. Penarikan produk ini dilakukan setelah perusahaan tersebut gagal memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Inhaler yang terkenal dengan sebutan ya-dom ini sering digunakan untuk melegakan saluran hidung dan menjadi oleh-oleh populer di kalangan wisatawan. Tindakan ini menggarisbawahi potensi risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh produk yang terkontaminasi.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa lebih dari 2,3 juta produk herbal telah disita oleh FDA Thailand, termasuk sekitar 400.000 inhaler merek Formula 2. Tindakan ini muncul setelah temuan bahwa produk tersebut diproduksi tanpa izin yang sah.
Sekretaris Jenderal FDA, Supatra Boonserm, mengungkapkan bahwa meskipun pihak berwenang telah memberikan peringatan kepada Hong Thai Herbal untuk mengajukan izin, perusahaan tersebut tidak mengindahkan akan hal ini. Penarikan diambil demi memastikan keamanan konsumen terhadap produk yang berpotensi membahayakan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Inhaler herbal yang terkontaminasi mikroba berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan pengguna. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit paru-paru bawaan dikatakan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi paru-paru.
Dr. Golda Wang, seorang apoteker klinis senior di Rumah Sakit Alexandra, menyoroti bahwa produk yang melanggar batas mikroba aman dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk infeksi paru-paru dan reaksi alergi. Mengingat bahaya ini, kewaspadaan dalam menggunakan produk kesehatan sangat penting.
Dr. Alvin Ng Choon Yong, seorang spesialis pengobatan pernapasan, menjelaskan bahwa inhaler yang terpapar mikroba dapat menyebabkan peningkatan risiko pneumonia. 'Jika produk tersebut mengandung kontaminasi bakteri dan jamur, maka ada risiko terkena pneumonia dari sumber yang terhirup,' ujarnya.
Risiko-risiko ini semakin menegaskan perlunya pengawasan dan pengaturan yang ketat terhadap produk kesehatan herbal yang beredar di pasar. FDA menegaskan komitmen mereka untuk menarik semua inhaler herbal yang tidak aman demi melindungi kesehatan masyarakat.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: