Manusia Jadi Predator Paling Menakutkan bagi Satwa Liar di Afrika
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa predator paling ditakuti di rantai makanan Afrika bukan singa, melainkan manusia.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Penelitian ini mengungkap bahwa satwa liar memiliki reaksi ketakutan yang lebih besar terhadap suara manusia dibandingkan suara predator lainnya.
Penelitian ini dilaksanakan oleh Liana Zanette dan timnya di Taman Nasional Kruger Besar, Afrika Selatan, yang terkenal dengan populasi singa tertinggi di dunia.
Dalam studi ini, para peneliti merekam respons hewan terhadap berbagai suara, termasuk percakapan manusia dan suara predator lainnya.
Mereka memutar rekaman suara dalam bahasa daerah seperti Tsonga dan Northern Sotho serta suara aktivitas berburu seperti gonggongan anjing dan tembakan senjata.
Tujuannya adalah untuk membandingkan reaksi satwa terhadap suara manusia dan suara predator lainnya, mengungkapkan ketakutan yang lebih mendalam terhadap manusia.
Ketakutan yang dialami satwa liar dapat berdampak signifikan terhadap perilaku mereka.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Michael Clinchy, seorang ahli biologi konservasi, menyatakan, 'Ketakutan terhadap manusia sudah tertanam dan meluas.'
Ada anggapan bahwa hewan akan terbiasa dengan manusia jika tidak diburu, namun penelitian ini menunjukkan sebaliknya.
Pertanyaan penting muncul mengenai hubungan antara manusia dan satwa liar, terutama dalam konteks konservasi dan pengelolaan habitat.
Meskipun sebagian besar spesies menunjukkan reaksi ketakutan terhadap suara manusia, terdapat variasi dalam respons di antara spesies yang berbeda.
Misalnya, ada laporan tentang seekor gajah yang merespons suara singa dengan agresif, menyebabkan kerusakan pada peralatan penelitian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: