Meningkatnya Kasus Batuk Rejan pada Anak: Pentingnya Waspada dan Pencegahan
Batuk rejan, atau pertusis, adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan rentan menyerang anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus batuk rejan di Indonesia mengalami peningkatan, menuntut perhatian lebih dari orang tua.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda dan gejala batuk rejan, serta memahami cara pencegahannya agar anak terhindar dari penyakit serius ini.
Batuk rejan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini ditandai dengan batuk paroksismal, yaitu batuk yang muncul dalam serangan dan sering menyertai napas yang tersengal-sengal.
Walaupun penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja, anak-anak—terutama yang belum divaksinasi—berisiko lebih tinggi. Bayi yang baru lahir juga dapat mengalami komplikasi serius akibat batuk rejan.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Gejala awal batuk rejan seringkali mirip dengan flu biasa, seperti hidung tersumbat, demam ringan, dan batuk. Namun, dalam satu hingga dua minggu, batuk dapat menjadi semakin parah dan berkembang menjadi serangan batuk panjang.
Anak-anak yang mengalami batuk rejan dapat mengalami kesulitan bernapas setelah serangan batuk, dan dalam beberapa kasus, suara napas menjadi 'whoop' ketika mencoba mengambil napas setelah berbatuk keras.
Vaksinasi merupakan cara terbaik untuk mencegah batuk rejan. Vaksin DTP (difteri, tetanus, dan pertusis) dianjurkan diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari imunisasi rutin.
Jika anak terinfeksi, pengobatan biasanya melibatkan antibiotik untuk mengurangi penyebaran bakteri. Selain itu, menjaga anak supaya tetap terhidrasi dan cukup istirahat adalah hal penting selama masa pemulihan.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: