Penggerebekan Narkoba di Palu Memicu Reaksi Warga
Sebuah video penggerebekan aparat kepolisian di Kota Palu menjadi viral di media sosial dan mengejutkan masyarakat Sulawesi Tengah.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Dalam insiden tersebut, seorang perempuan yang diduga terlibat jaringan narkoba berhasil diamankan oleh petugas.
Peristiwa penggerebekan berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara. Video berdurasi sekitar dua menit menunjukkan beberapa warga berusaha menghadang petugas saat proses penangkapan berlangsung.
Situasi semakin memanas ketika mobil taktis dari Satbrimob Polda Sulawesi Tengah dilempari batu oleh massa. Meskipun demikian, petugas dapat mengendalikan keadaan tanpa adanya korban jiwa.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Rekaman video yang tersebar di berbagai platform media sosial mencerminkan ketegangan antara aparat dan sekelompok warga yang berusaha menghalangi proses penangkapan.
Kombes Pol Djoko Wienartono, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, mengonfirmasi bahwa kejadian itu bagian dari pengembangan kasus narkoba lintas provinsi. Ia mengungkapkan, 'Iya benar, pada Kamis kemarin, jajaran Satbrimob Polda Sulteng diminta melakukan bantuan pengamanan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo.'
Dalam operasi tersebut, aparat menangkap seorang perempuan yang diduga bandar narkoba, beserta barang bukti sabu dan uang tunai. Kombes Djoko menambahkan, 'Saat proses penangkapan berlangsung, situasi di lapangan sempat menegangkan karena ada perlawanan dari beberapa warga yang tidak terima.'
Polda Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial. Kombes Djoko menyesalkan adanya aksi perlawanan yang seolah membela pelaku penyalahgunaan narkoba, menekankan bahwa 'Narkoba adalah musuh bersama karena dampaknya sangat merusak.'
Masyarakat diharapkan mendukung langkah kepolisian dalam pemberantasan jaringan narkoba. Kombes Djoko mengajak, 'Mari bersama kita ciptakan lingkungan yang aman, bebas dari narkoba, dan mendukung masa depan generasi bangsa yang lebih baik.'
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: