Kenaikan Kasus COVID-19 di Indonesia: Menyikapi Varian LF.7
Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia menjadi perhatian serius dalam beberapa minggu terakhir dengan proporsi positif mencapai 3 persen pada 18 Oktober 2025.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dari total 258 pemeriksaan, ditemukan 11 kasus positif COVID-19, termasuk varian LF.7, subvarian Omicron yang mulai menyebar.
Laporan mingguan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam periode 12-18 Oktober 2025, sebanyak 258 pemeriksaan dilakukan, menghasilkan 11 kasus positif COVID-19.
Tingkat positivitas yang tercatat adalah 4,26 persen, menandakan adanya peningkatan dalam penyebaran virus. Varian dominan saat ini adalah XFG dengan proporsi 57 persen, diikuti oleh LF.7 yang menyumbang 29 persen.
Sementara itu, varian XFG 3.4.3 tercatat sebanyak 14 persen. Meskipun terjadi peningkatan, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa varian-varian ini termasuk dalam kategori risiko rendah.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Varian LF.7 adalah subvarian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Gujarat, India. Dalam keterangannya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, 'Diklasifikasikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai Variant Under Monitoring.'
Meskipun varian ini menunjukkan gejala mirip flu biasa, tetap penting untuk menjaga kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan. 'Mirip flu biasa tapi perlu waspada untuk kelompok rentan,' tambah Aji.
Gejala yang muncul pada varian LF.7 sama dengan gejala COVID-19 lainnya, antara lain demam atau menggigil, batuk, sesak napas, serta sakit tenggorokan.
Kehilangan rasa atau penciuman juga sering dilaporkan sebagai gejala. Sebagai tambahan, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, mual atau muntah, serta diare adalah gejala yang umum.
Dengan adanya varian baru, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: