Prabowo Subianto Soroti Ancaman dan Manfaat Teknologi dalam Pidato Terbaru
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Beliau menegaskan bahwa meskipun teknologi membawa banyak manfaat, terdapat juga ancaman serius jika disalahgunakan.
Dalam pidato yang disampaikan pada 18 Oktober 2025, Prabowo mengatakan, "Tapi teknologi bisa menghancurkan manusia. Dengan cepat, dalam sekejap. Teknologi bagus, tapi teknologi juga bisa menyusahkan kita."
Beliau menyoroti bahaya penyebaran informasi palsu, di mana kecerdasan buatan (AI) mempermudah penyebaran kebohongan.
"Sekarang gampang bikin kebohongan. Gampang menyebarkan kebohongan. Gampang dengan AI membuat seolah-olah benar padahal tidak benar," lanjut Prabowo.
Prabowo mencontohkan bagaimana teknologi mampu menciptakan video palsu yang menampilkan dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah ia lakukan.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
"Contoh, dibikin video-video klip Prabowo pintar nyanyi. Padahal Prabowo tidak bisa nyanyi. Tapi dibikin saya pintar nyanyi," ujarnya.
Beliau menambahkan, "Dibilang lagi, Prabowo pidato dalam bahasa mandarin, luar biasa pidatonya. Tapi karena kemarin saya sedang kampanye, aku diam saja. Padahal itu salah."
Prabowo mengingatkan masyarakat harus cerdas dan waspada dalam menghadapi arus informasi digital. Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi di media sosial adalah benar.
"Teknologi bisa bantu kita luar biasa, dan kita tidak boleh takut teknologi. Tapi teknologi pun harus kita waspada," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk belajar menggunakan berbagai platform, seperti Youtube dan ChatGPT.
"Sekarang ada alat yang luar biasa untuk anak-anak muda. Sekarang ada Youtube, ada internet, ada ChatGPT. Zaman saya dulu tidak ada, enak sekali kalian ya," ucap Prabowo, yang kesannya menekankan pentingnya pembelajaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: