Strategi Rekrutmen Internasional untuk BUMN: Langkah Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara untuk meramu susunan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan talenta terbaik internasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan standar bisnis BUMN di kancah internasional.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Salah satu BUMN yang menerapkan kebijakan ini adalah PT Garuda Indonesia Tbk, yang telah mengangkat dua Warga Negara Asing sebagai direksinya. Ketentuan ini merujuk pada Undang-Undang terbaru tentang BUMN yang dirilis pada tahun 2025.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN memberikan dasar hukum bagi perubahan struktur direksi BUMN. Dalam Pasal 1 Ayat (3), dijelaskan bahwa BUMN dalam bentuk perseroan terbatas bertujuan untuk memperoleh keuntungan.
Dalam Pasal 15A, dijelaskan bahwa untuk diangkat sebagai anggota direksi, calon harus memenuhi sejumlah persyaratan, yang mencakup kewarganegaraan dan pengalaman dalam mengelola perusahaan. 'Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat ditentukan lain oleh BP BUMN,' bunyi Pasal tersebut.
Fleksibilitas dalam penunjukan direksi memungkinkan perusahaan untuk merekrut talenta dari luar negeri, asalkan sesuai dengan regulasi yang ada. Hal ini memberikan peluang bagi BUMN untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih beragam.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta pencarian talenta internasional untuk memimpin BUMN. Permintaan ini merupakan bagian dari strategi untuk menjadikan BUMN sebagai pemain global di sektor-sektor strategis.
'Jadi tadi soal itu memang salah satunya sudah ada revisi undang-undang BUMN yang baru. Kita tadi keinginan Bapak (Prabowo Subianto) adalah memang kita ingin ada pemimpin yang ada di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional,' ungkap Pandu.
Meskipun ada kesempatan untuk merekrut ekspatriat, fokus utama tetap akan diberikan kepada talenta dalam negeri. Pandu menambahkan, 'Ya, kita bakal kasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya (dari luar negeri).'
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN di pasar internasional. Selain itu, kebijakan ini juga bisa membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia melalui inovasi dan strategi yang dicetuskan oleh ekspatriat.
Dalam sebuah konferensi, Prabowo menegaskan bahwa regulasi yang mengizinkan ekspatriat memimpin BUMN telah diubah. 'Saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia bisa memimpin BUMN kita. Jadi saya sangat bersemangat,' ujarnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan BUMN dapat beradaptasi lebih baik terhadap dinamika pasar global, serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian negara.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: