Yusuf Mansur Klarifikasi Tuduhan Doa Berbayar
Penceramah Yusuf Mansur memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa dirinya mengenakan tarif untuk doa online. Penjelasan ini muncul setelah video yang menunjukkan permintaan transfer sebelum berdoa viral di media sosial.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Yusuf menegaskan bahwa video tersebut merupakan momen bercanda dan bukan praktik meminta uang untuk doa. Ia menyoroti bahwa rekaman tersebut berasal dari siaran langsung yang sudah lama.
Praktik doa berbayar mulai ramai diperbincangkan setelah video Yusuf Mansur beredar luas di platform media sosial. Dalam video tersebut, ia tampak meminta nominal transfer sebelum memberikan doa, yang memicu reaksi negatif dari publik.
Yusuf membantah tuduhan tersebut dengan jelas, menyatakan, 'Itu konteksnya bercanda. Bukan berarti (saya) pernah minta-minta duit untuk semua ajakan dan permohonan doa. Enggak pernah.'
Ia menjelaskan bahwa rekaman yang menjadi perbincangan adalah klip dari siaran langsung di media sosial yang berlangsung beberapa waktu lalu. 'Video yang beredar adalah klip dari siaran langsung atau live saya di media sosial,' katanya.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Dalam siaran langsung tersebut, Yusuf mengungkapkan bahwa ia sedang berinteraksi dengan penonton untuk mencoba fitur baru dari aplikasi PayTren. Ia meminta penonton untuk melakukan transfer dengan nominal beragam untuk keperluan doa.
Ia menekankan bahwa tujuan dari permintaan tersebut adalah untuk mendoakan orang-orang yang berpartisipasi. 'Yang transfernya enggak Rp 1, lebih, nanti saya doain. Asli bercanda,' ungkapnya.
Yusuf menambahkan bahwa pernyataan mengenai nominal khusus untuk doa adalah lelucon. 'Saya kan memang suka bercanda, kayak begini, 'Lah bawain martabak dulu lah kalau mau didoain. Sini transfer dulu',' ucapnya.
Video yang memperlihatkan Yusuf meminta nominal transfer menjadi viral, yang memicu berbagai reaksi di kalangan publik. Salah satu unggahan di akun Instagram @folksaatt menuding Yusuf menawarkan 'jasa kirim doa online' dengan tarif tertentu.
Dalam video tersebut, Yusuf juga mengajak penonton untuk memberikan donasi dalam jumlah yang lebih besar. 'Rp 50 ribu boleh, seribu pakai PayTren boleh loh. Waduh ada yang Rp 2 juta. Masyaallah luar biasa,' katanya.
Meski banyak kontroversi mengelilinginya, Yusuf berharap penjelasannya dapat menghilangkan kesalahpahaman terkait kegiatan yang ia lakukan.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: