BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 12:22 WIB

Hukuman Ekstrem di Sekolah: Kasus Remaja Tiongkok yang Alami Gagal Ginjal

Hukuman Ekstrem di Sekolah: Kasus Remaja Tiongkok yang Alami Gagal GinjalHukuman Ekstrem di Sekolah: Kasus Remaja Tiongkok yang Alami Gagal Ginjal

Seorang remaja berusia 15 tahun di Tiongkok harus menjalani transplantasi ginjal setelah dipaksa melakukan 1.000 deep squats sebagai hukuman. Kasus ini memicu kemarahan publik dan menyoroti masalah serius mengenai perlakuan terhadap anak dalam pendidikan korektif.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Ajun, nama samaran remaja tersebut, mengalami gagal ginjal permanen akibat hukuman fisik yang tidak manusiawi. Insiden ini merupakan peringatan akan dampak negatif dari disiplin yang ekstrem dan perlunya perlindungan bagi anak-anak dalam sistem pendidikan.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula pada Agustus 2023 ketika Ajun ditangkap karena mencuri uang tunai dari mobil yang diparkir. Dengan usianya yang di bawah 16 tahun, ia tidak dapat dikenakan tuntutan pidana dan dijatuhi hukuman pendidikan korektif di Sekolah Yongqing.

Ayah Ajun, Jiang Peifeng, berharap bahwa pendidikan tersebut dapat memberikan pelajaran berharga bagi putranya yang menjadi pemberontak. Namun, harapan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Ajun dipaksa menjalani hukuman fisik yang berlebihan dan merenggut kesehatannya.

Pada awal September 2023, ketika Ajun dan siswa lain dipanggil, instruktur drill memperintahkan mereka untuk melakukan deep squats. Dalam waktu 45 menit, Ajun melaporkan telah menyelesaikan sekitar 1.000 squat, meskipun ia mulai merasakan efek negatif pada tubuhnya.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Dampak Fisik dan Kesehatan

Setelah tiga hari menjalani hukuman, Ajun mulai mengalami gejala yang mengkhawatirkan, termasuk darah dalam urine dan pembengkakan pada kakinya. Namun, sesi latihan fisik tersebut masih berlanjut, meskipun peningkatan gejala yang ditunjukkan oleh Ajun.

Dalam laporan menyebutkan bahwa Ajun mengalami kekerasan tambahan, termasuk ditampar dan ditendang, serta diminta untuk berdiri secara paksa. Kondisinya terus memburuk hingga ia didiagnosis dengan gagal ginjal.

Pada Juni 2024, Ajun terpaksa menjalani transplantasi ginjal untuk mengatasi kondisi kesehatan yang semakin parah. Penanganan medis ini tidak hanya menuntut perhatian segera tetapi juga biaya yang sangat tinggi bagi keluarganya.

Tanggung Jawab Hukum dan Reaksi Publik

Untuk menutupi biaya pengobatan yang mencapai hampir satu juta yuan, ayah Ajun harus menjual rumah mereka dan mengambil pinjaman bank sebesar 450.000 yuan. Tindakan ini mencerminkan konsekuensi finansial yang signifikan akibat dari perlakuan disipliner ekstrem.

Jiang Peifeng, selaku ayah, telah mengajukan gugatan terhadap biro keamanan publik dan sekolah karena kelalaian yang menyebabkan sakit yang dialami putranya. Penyelidikan forensik mengindikasikan bahwa hukuman fisik yang diberikan adalah penyebab utama dari kondisi medis Ajun.

Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menimbulkan kemarahan luas mengenai perlakuan anak dalam institusi pendidikan. Penanganan insiden ini diharapkan dapat mendorong reformasi dalam metode disiplin yang diterapkan di sekolah-sekolah.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hukuman Ekstrem di Sekolah: Kasus Remaja Tiongkok yang Alami Gagal Ginjal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!