BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 06 OKTOBER 2025 • 19:29 WIB

Meningkatnya Perhatian Terhadap Gangguan Makan di Kalangan Remaja: Anoreksia dan Bulimia

Meningkatnya Perhatian Terhadap Gangguan Makan di Kalangan Remaja: Anoreksia dan BulimiaMeningkatnya Perhatian Terhadap Gangguan Makan di Kalangan Remaja: Anoreksia dan Bulimia

Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia kini semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Penyakit ini dapat berdampak serius bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Anoreksia ditandai dengan penolakan untuk makan cukup, sementara bulimia melibatkan siklus makan berlebihan yang diikuti dengan upaya untuk mengontrol berat badan dengan cara yang tidak sehat.

Apa Itu Anoreksia?

Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan ekstrem dan ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Penderita anoreksia seringkali memiliki pola makan yang ketat, merasa tidak pernah cukup kurus.

Penyebab anoreksia bisa beragam, mulai dari faktor genetik, lingkungan, hingga tekanan sosial. Banyak penderita merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya, bahkan ketika sudah berada dalam kondisi yang sangat kurus.

Di Indonesia, kesadaran mengenai anoreksia masih rendah, namun semakin banyak remaja yang terpengaruh oleh standar kecantikan yang tidak realistis. Media sosial berperan besar dalam mempropagandakan citra tubuh ideal yang seringkali tidak mungkin dicapai.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Memahami Bulimia

Berbeda dengan anoreksia, bulimia ditandai dengan perilaku makan berlebihan (binge eating) diikuti dengan tindakan kompensasi, seperti muntah atau penggunaan obat pencahar. Ini sering menjadi cara bagi individu untuk mengatasi perasaan cemas atau depresi.

Penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan psikologis yang kompleks. Remaja dan dewasa muda yang mengalami stres tinggi atau memiliki masalah dalam hubungan interpersonal lebih rentan terhadap bulimia.

Sama seperti anoreksia, bulimia masih sering dianggap tabu dalam masyarakat. Hal ini mengakibatkan banyak orang tidak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, sehingga memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental mereka.

Gejala dan Penanganan

Gejala anoreksia dapat mencakup penurunan berat badan yang signifikan, kecemasan berlebihan tentang makanan, serta perubahan suasana hati. Sedangkan, gejala bulimia mungkin terlihat melalui fluktuasi berat badan yang drastis dan ketidakstabilan emosional.

Penting untuk mencari bantuan profesional jika ada tanda-tanda gangguan makan. Pendekatan pengobatan sering melibatkan terapis, dokter, dan ahli gizi untuk menangani aspek fisik dan psikologis dari gangguan ini.

Keterlibatan keluarga dan dukungan sosial juga sangat penting dalam proses penyembuhan. Program rehabilitasi dan konseling dapat membantu individu membangun pola makan yang sehat dan mengatasi faktor pemicu gangguan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Perhatian Terhadap Gangguan Makan di Kalangan Remaja: Anoreksia dan Bulimia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!