BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 14:12 WIB

Diskusi Subsidi Energi: Tanggapan Menteri ESDM Terhadap Pernyataan Menteri Keuangan

Diskusi Subsidi Energi: Tanggapan Menteri ESDM Terhadap Pernyataan Menteri KeuanganDiskusi Subsidi Energi: Tanggapan Menteri ESDM Terhadap Pernyataan Menteri Keuangan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai subsidi LPG 3 kg. Diskusi ini berpusat pada perbedaan harga yang harus ditanggung pemerintah dan dampaknya terhadap anggaran negara.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Purbaya Yudhi mengungkapkan bahwa harga keekonomian LPG 3 kg seharusnya Rp 42.750, namun masyarakat hanya membayar Rp 12.750, membuat pemerintah menanggung selisih sebesar Rp 30.000 per tabung. Bahlil beranggapan bahwa Purbaya mungkin keliru dalam memahami data tersebut.

Tanggapan Bahlil Terhadap Pernyataan Purbaya

Bahlil Lahadalia menjelaskan, "Itu mungkin Menkeu-nya salah baca data itu. Ya mungkin (Purbaya) butuh penyesuaian, belum dikasih masukan oleh Dirjennya dengan baik atau oleh timnya." Tanggapan ini muncul dalam pertemuan yang diadakan di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan.

Kementerian ESDM dan Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berkolaborasi untuk menyempurnakan data terkait subsidi energi di Indonesia. Bahlil menegaskan bahwa memiliki informasi yang akurat sangat penting untuk menentukan kebijakan subsidi yang tepat.

Upaya ini menjadi vital mengingat perubahan kebijakan energi dapat mempengaruhi banyak aspek masyarakat.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Data Subsidi Energi di Indonesia

Bahlil menguraikan nilai subsidi LPG yang saat ini berkisar antara Rp 80 triliun hingga Rp 87 triliun per tahun. "Karena itu ke depan, subsidi ini harus kita jaminan dan kita pastikan untuk tepat sasaran," ujarnya.

Purbaya menambahkan mengenai subsidi bahan bakar minyak lainnya. Misalnya, harga keekonomian Pertalite yang seharusnya Rp 11.700 per liter, tetapi dijual hanya Rp 10.000 untuk masyarakat, menunjukkan bahwa pemerintah menanggung selisihnya.

Perhitungan ini menunjukkan betapa besar beban yang ditanggung oleh negara dalam menyeimbangkan daya beli masyarakat dengan harga energi.

Implikasi Subsidi pada Sektor Energi dan Lainnya

Purbaya juga menekankan bahwa dukungan subsidi tidak hanya terbatas pada LPG, tetapi juga merambah ke sektor kelistrikan dan pupuk. Misalnya, rumah tangga dengan daya 900 VA membayar Rp 600 per kWh, sementara harga keekonomian mencapai Rp 1.800 per kWh.

Dalam sektor pupuk, harga Urea yang seharusnya Rp 5.558 per kg kini dijual Rp 2.250 per kg. Pemerintah menanggung biaya hingga 78 persen demi meringankan beban masyarakat, sebuah langkah yang menunjukkan komitmen dalam menjaga kestabilan harga.

Informasi ini penting bagi pengambilan keputusan terkait kebijakan energi ke depannya agar dapat meminimalisir dampak dan mengoptimalkan anggaran.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Diskusi Subsidi Energi: Tanggapan Menteri ESDM Terhadap Pernyataan Menteri Keuangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!