Update Terkini Kasus Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data tentang korban ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, dengan 58 orang masih dalam pencarian.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Dari 108 orang yang berhasil dievakuasi, 30 masih dirawat di rumah sakit, sementara 73 orang telah pulang, dan 5 orang dinyatakan meninggal dunia.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di lokasi ambruknya bangunan kini memasuki tahap baru setelah tim tidak menemukan tanda-tanda kehidupan.
Alat berat digunakan untuk mencari korban, dan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan asesmen mendalam hingga Rabu malam.
Saat ini tim SAR gabungan fokus pada proses evakuasi jenazah, demi menghormati keluarga korban yang menunggu informasi dengan cemas.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Letjen TNI Dr. Suharyanto, Kepala BNPB, melakukan pertemuan dengan keluarga korban di posko darurat untuk memberikan dukungan dan informasi mengenai perkembangan situasi.
Dalam pertemuan tersebut, Suharyanto menjelaskan hasil evaluasi menyeluruh mengenai situasi pencarian, dan memberikan kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kondisi anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.
Muhari juga menekankan pentingnya mengikuti protokol evakuasi demi keselamatan semua pihak, dan keluarga pun bersiap menerima hasil operasi SAR dengan lapang dada.
Pada Rabu (1/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban, di mana lima orang ditemukan hidup dan dua lainnya meninggal.
Muhari menjelaskan bahwa proses evakuasi awal dilakukan secara manual untuk memastikan keselamatan korban yang mungkin masih hidup, sebelum alat berat diterjunkan.
Keputusan untuk melanjutkan pencarian dengan alat berat diharapkan dapat mempercepat evakuasi antara jenazah dan memberikan kepastian bagi keluarga.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: