Proses Evakuasi Korban Runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo
Proses evakuasi korban runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih berlangsung per Rabu, 1 Oktober 2025, dengan total 108 orang terdampak, termasuk lima di antaranya yang dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Bangunan mushala tiga lantai itu ambruk saat kegiatan shalat Ashar pada tanggal 29 September 2025, dan tim SAR gabungan terus melakukan operasi penyelamatan untuk mencari korban yang belum ditemukan.
Pada hari Rabu, tim SAR mengkonfirmasi bahwa mereka berhasil mengevakuasi tujuh korban, dengan dua di antaranya dalam kondisi meninggal dunia. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa informasi terbaru menunjukkan dua santri berhasil diselamatkan dari reruntuhan.
Sebelumnya, tiga korban remaja ditemukan meninggal dunia, yang diidentifikasi sebagai Maulana Affan Ibrahimafic (15), Mochammad Mashudul Haq (14), dan Muhammad Soleh (22). Pada siang hari, tim SAR menemukan korban ke-12, yang ditemukan dalam keadaan sujud tanpa identitas.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Evakuasi yang dilakukan di sektor A1 dan A4 telah berhasil menemukan total delapan korban, sebagian besar dalam kondisi selamat. Korban yang mengalami kritis segera dibawa ke Rumah Sakit Siti Hajar dan RS Notopuro Sidoarjo untuk perawatan lebih lanjut.
Korban ke-13, Syehlendra Haical Raka Aditya, dan korban ke-14, Muhammad Wahyudi, ditemukan selamat dan saat ini sedang mendapatkan perawatan. Tim DVI juga dilibatkan untuk melakukan identifikasi bagi korban yang tidak dapat dikenali.
Pemerintah melalui perwakilan telah meminta agar proses pemulihan bagi korban dan pihak keluarga dilakukan secara segera. Respons cepat dari instansi terkait sangat diharapkan untuk membantu mereka yang terdampak pasca kejadian ini.
Kementerian Sosial, melalui Mensos Gus Ipul, telah menyalurkan bantuan dan memantau perkembangan kondisi korban di rumah sakit. Tim penyelamat tetap berada di lokasi untuk memastikan bahwa semua santri dan staf ponpes dapat dievakuasi dengan aman.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: