Kekosongan Stok BBM di SPBU Shell: Diskusi dengan Pertamina Berlanjut
Shell Indonesia belum membeli pasokan bahan bakar minyak (BBM) base fuel dari Pertamina, meskipun telah melakukan diskusi terkait rencana tersebut.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Presiden Direktur Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyatakan bahwa banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Pulau Jawa mengalami kekosongan stok.
Ingrid Siburian menjelaskan bahwa kondisi kekosongan ini telah berlangsung sejak bulan Agustus, di mana dari sekitar 200 SPBU, hanya lima yang masih memiliki stok bensin.
Ia menyatakan, "Saat ini bisa dikatakan hampir seluruh SPBU kami mengalami stock out untuk produk bensin. Yang masih ada stok tinggal beberapa saja, dan kemungkinan habis besok malam."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Ingrid mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan tambahan kuota impor sejak Juni 2025 karena permintaan konsumen yang meningkat.
Namun, permohonan tersebut dibatasi oleh pemerintah sesuai surat dari Wakil Menteri ESDM pada 17 Juli 2025 yang membatasi impor hanya sebesar 10 persen di atas volume penjualan tahun 2024.
Sebagai langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM di SPBU swasta, Pertamina Patra Niaga sepakat memilih untuk menyuplai base fuel yang belum dicampur.
Dalam pertemuan dengan Menteri ESDM pada 19 September, disepakati bahwa SPBU swasta wajib membeli pasokan dari Pertamina dengan skema base fuel, yaitu bahan baku BBM.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: