BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 18:32 WIB

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia MudaPerjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Rylie Toomey, seorang wanita berusia 27 tahun dari Mechanicsburg, Pennsylvania, didiagnosis dengan kanker usus besar stadium 4 setelah mengalami sakit perut hebat yang tak kunjung reda. Kejadian ini terjadi saat ia mempersiapkan pernikahan dan berlatih untuk lomba lari setengah maraton.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Awalnya, keluhan Rylie hanya dianggap sebagai sembelit oleh dokter. Namun, kondisi ini semakin memburuk hingga ia harus berteriak kesakitan di ruang gawat darurat.

Awal Mula Gejala dan Kesulitan Diagnosis

Gejala sakit perut Rylie mulai terlihat pada awal tahun 2025, saat ia sedang sibuk mempersiapkan pernikahan. Dalam pemeriksaan awal, dokter hanya mengidentifikasi gejalanya sebagai konstipasi, tanpa melakukan evaluasi yang mendalam.

Seiring waktu, rasa sakitnya semakin parah. Pada bulan April 2025, setelah mengunjungi ruang gawat darurat, Rylie mengungkapkan, "Dalam pikiranku, kurasa aku akan mati, begitulah sakitnya."

Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan adanya perforasi usus dan masa pada usus besar, yang akhirnya menegaskan diagnosis kanker usus besar stadium 4. Bulan-bulan yang penuh perjuangan ini juga mengungkapkan bagaimana usianya yang masih muda membuat dirinya merasa diabaikan oleh tenaga medis.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dampak Kesehatan dan Perjuangan Melawan Kanker

Setelah diagnosis, Rylie terpaksa menunda rencana pernikahannya yang dijadwalkan pada bulan Juni. Ia berbagi perasaannya dengan mengatakan, "Saat mendengar kata 'kanker', rasanya tidak mungkin. Saya pikir itu bukan saya, karena sebelum ini saya sehat sekali."

Rylie kemudian menjalani operasi darurat dan menerima diagnosis tambahan berupa massa kecil di hati serta nodul di paru-paru yang diduga merupakan metastasis. Dia merasakan keputusasaan yang dalam, mengingat tidak ada faktor risiko yang umum, sementara kesehatan sebelumnya sangat terjaga.

Saat ini, Rylie menjalani kemoterapi setiap dua minggu disertai terapi imun. Di tengah perjalanan perawatannya, ia juga mengambil keputusan untuk membekukan sel telurnya, berharap dapat menjadi seorang ibu di masa depan.

Tren Kanker Usus Besar pada Usia Muda

Peningkatan kasus kanker saluran cerna, termasuk kanker usus besar, di kalangan individu di bawah 50 tahun menjadi perhatian serius di AS. Sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA baru-baru ini menunjukkan tren ini terus meningkat secara signifikan.

Menurut Dr. Kimmie Ng, penulis studi dan Direktur Young-Onset Colorectal Cancer Center di Dana-Farber Cancer Institute, "Itu pertanyaan besar abad ini. Saat ini kita belum tahu penyebab pastinya."

Faktor risiko yang diketahui termasuk obesitas, pola makan tinggi gula, dan gaya hidup sedentari. Namun, Rylie tidak memiliki faktor risiko ini dan menjaga kesehatannya dengan baik, sehingga pengalamannya menyoroti pentingnya kesadaran dan perhatian terhadap kanker meskipun tampak jauh dari jangkauan bagi orang muda.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!