Dampak Kebiasaan Menonton Drama Korea terhadap Kualitas Tidur di Indonesia
Kebiasaan menonton drama Korea, atau drakor, telah menjadi fenomena yang mengubah pola hiburan di Indonesia. Namun, popularitas ini juga membawa konsekuensi serius terhadap kualitas tidur para penggemarnya.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Penelitian menunjukkan bahwa perilaku binge-watching dapat mengganggu kualitas tidur, membuat banyak orang terjaga lebih larut dari yang seharusnya. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam efek tersebut dan strategi yang dapat digunakan untuk mengelolanya.
Drama Korea telah berhasil memenangkan hati banyak penonton di Indonesia, menjadikannya salah satu bentuk hiburan yang paling diminati. Berbagai platform streaming menghadirkan ribuan judul kepada penonton, memudahkan mereka untuk menikmati konten tersebut.
Kualitas produksi yang tinggi dan alur cerita yang menarik juga turut menjadi alasan utama mengapa drakor sangat digemari. Hal ini menciptakan sebuah ketergantungan di kalangan penontonnya, di mana mereka merasa tertarik untuk menonton episode demi episode secara berurutan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Kebiasaan binge-watching kerap mengakibatkan kurang tidur, terutama ketika penonton terjebak dalam maraton episode yang panjang. Penelitian dari Universitas Harvard mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.
Salah satu dampaknya adalah gangguan pada ritme sirkadian tubuh. Paparan cahaya biru yang dihasilkan oleh layar dapat menghambat produksi melatonin, substansi penting untuk proses tidur yang berkualitas.
Dalam menghadapi dampak negatif ini, penonton perlu menyadari pola menonton mereka dan potensial konsekuensi bagi kesehatan. Menetapkan batasan waktu menonton serta memanfaatkan fitur pengingat dapat membantu mereka dalam mengelola kebiasaan ini.
Alternatif lain adalah mengganti aktivitas menonton malam dengan kegiatan yang lebih tidak melibatkan layar, seperti membaca buku atau berolahraga, yang terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: