BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 11:22 WIB

Gubernur Jawa Barat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Kasus Keracunan Massal

Gubernur Jawa Barat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Kasus Keracunan MassalGubernur Jawa Barat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Kasus Keracunan Massal

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah terjadinya keracunan massal di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Kasus keracunan yang terjadi di Kabupaten Garut dan Bandung Barat ini melibatkan sejumlah siswa yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Dedi menekankan bahwa evaluasi perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Latar Belakang Kasus Keracunan

Kasus keracunan massal terjadi di Kecamatan Kadungora dan Cipongkor, Jawa Barat, di mana sebanyak 657 orang di Kadungora melaporkan mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 19 orang memerlukan perawatan, tetapi semua sudah pulih.

Di Cipongkor, lebih dari 300 siswa terdampak akibat konsumsi makanan dari program MBG pada 22 September 2025. Menurut Dedi Mulyadi, masalah ini diduga disebabkan oleh proses penyajian makanan yang tidak tepat waktu.

Pangan yang disiapkan malam hari didistribusikan kepada siswa pada siang hari, meningkatkan risiko keracunan. Ini menjadi perhatian serius karena dilihat sebagai kelalaian dalam pengelolaan program MBG.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Rencana Evaluasi oleh BGN

Dedi Mulyadi menyatakan, "Saya pekan depan, ya kita gini, mau mengundang Kepala MBG yang membidangi wilayah Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi." Dia menekankan pentingnya evaluasi yang paripurna dan terbuka untuk mencari solusi dari masalah yang ada.

Evaluasi ini melibatkan BGN dan pihak penyelenggara untuk membahas kejelasan dan prosedur dalam penyelenggaraan program. Dedi menjelaskan, "Ini harus menjadi bahan evaluasi agar mereka yang memiliki tugas atau dapat order untuk melakukan upaya menyiapkan makanan MBG bagi siswa harus bisa memperhitungkan antara jam dimasak dan jam dimakan."

Pentingnya seksama dalam pengelolaan program menjadi perhatian, dengan klarifikasi dari penyelenggara mengenai prosedur pembuatan dan distribusi makanan.

Tindakan Lanjutan dan Penghentian Program

Badan Gizi Nasional telah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis untuk menjalani evaluasi secara menyeluruh. Tindakan ini diharapkan dapat memperbaiki sistem dan cara penyelenggaraan program agar lebih aman bagi anak-anak.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tindakan pidana, Dedi Mulyadi menyatakan, "Nanti saya tanya juga pada penyelenggara apakah akan diteruskan atau harus dievaluasi." Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi untuk menangani isu ini secara tepat.

Kasus keracunan ini menarik perhatian banyak pihak dan menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas makanan dalam program MBG. Langkah strategis diperlukan untuk meminimalkan risiko di kemudian hari bagi siswa dan masyarakat.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gubernur Jawa Barat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Kasus Keracunan Massal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!