Dugaan Penggelapan dalam Proses Perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf
Dalam proses perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, muncul fakta mengejutkan mengenai dugaan penggelapan yang melibatkan keuangan bisnis mereka.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Kuasa hukum Tasya, Sangun Ragahdo, mengungkapkan kekecewaan mendalam kliennya akibat pengkhianatan kepercayaan yang telah diberikan.
Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa dugaan penggelapan ini telah terjadi sejak tahun 2021. Kepercayaan yang diberikan Tasya kepada Ahmad untuk mengelola keuangan perusahaan ternyata disalahgunakan.
"Bagi klien kami, ini bukan masalah angka. Mau nilainya miliaran, puluhan miliar, belasan juta rupiah atau satu juta rupiah pun ini adalah rasa kekecewaan yang dirasakan sama klien kami," ungkap Sangun kepada media.
Isu ini mencuat setelah Tasya memberikan akses penuh kepada Ahmad untuk mengelola uang perusahaan sebelum ia diangkat menjadi CFO pada tahun 2023.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Meski terjerat isu finansial, Tasya tetap mengajukan gugatan nafkah dengan jumlah yang simbolis. Dia hanya meminta Ahmad memberikan nafkah senilai Rp100 per bulan.
"Kami mengajukan nafkah senilai Rp100 karena Tasya tidak ada nafkah menikah sehingga kami akan ajukan sebagai bentuk tanggung jawab bantuan suami pada anak-anak senilai Rp100," jelas Sangun.
Permohonan ini mencerminkan keseriusan Tasya dalam menekankan tanggung jawab Ahmad sebagai ayah di tengah kompleksitas konflik ini.
Hak asuh kedua anak hasil pernikahan mereka telah diputuskan jatuh ke tangan Tasya. Langkah ini menunjukkan keinginan Tasya untuk melindungi kesejahteraan anak-anaknya.
Masalah harta gono-gini tidak menjadi fokus dalam perdebatan mereka. Tasya lebih memilih untuk menyelesaikan hak asuh tanpa melibatkan konflik tambahan terkait harta.
Dengan demikian, Tasya berharap dapat memiliki kontrol penuh dalam membesarkan anak-anaknya.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: