BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 21:02 WIB

Bentrokan Berdarah di Demonstrasi Filipina: Ratusan Ribuan Warga Menuntut Akuntabilitas Pemerintah

Bentrokan Berdarah di Demonstrasi Filipina: Ratusan Ribuan Warga Menuntut Akuntabilitas PemerintahBentrokan Berdarah di Demonstrasi Filipina: Ratusan Ribuan Warga Menuntut Akuntabilitas Pemerintah

Demonstrasi besar-besaran di Filipina pada 21 September 2025 berujung bentrokan antara ribuan demonstran dan aparat kepolisian. Akibat kejadian ini, 20 orang ditahan dan puluhan petugas polisi mengalami cedera.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh tuntutan masyarakat akan pertanggungjawaban pemerintah terkait dugaan korupsi dalam penanganan banjir, dengan laporan menyebutkan partisipasi mencapai 80.000 orang.

Ribuan Orang Turun ke Jalan

Pada Minggu, 21 September 2025, ribuan orang berkumpul di lokasi-lokasi utama seperti People Power Monument dan Rizal Park untuk melakukan aksi unjuk rasa. Laporan dari Inquirer menyebutkan sekitar 49.000 orang berkumpul di Taman Luneta, sementara penyelenggara memperkirakan sebanyak 80.000 demonstran hadir dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut dikhususkan untuk mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek pengendalian banjir yang dikelola pemerintah. Selain itu, banyak demonstran juga menuntut transparansi dalam pengelolaan dana untuk proyek tersebut.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Pertikaian dengan Aparat Kepolisian

Bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi di beberapa lokasi, di mana para petugas mengklaim bahwa demonstran melakukan tindakan vandalisme, termasuk membakar truk trailer. Sekitar 20 orang ditangkap akibat peristiwa tersebut dan 39 petugas polisi dilaporkan mengalami luka akibat kekerasan yang terjadi selama aksi.

Kepolisian Nasional Filipina mengingatkan bahwa meskipun menghormati hak untuk berkumpul secara damai, tindakan kekerasan dapat mengancam nyawa dan merusak pesan yang ingin disampaikan oleh demonstran. Banyak demonstran menyesalkan ketidakpuasan mereka yang berujung pada konflik fisik.

Reaksi Pemerintah dan Langkah Pengaman

Presiden Ferdinand R Marcos Jr memerintahkan polisi untuk menerapkan 'toleransi maksimal' dalam menghadapi demonstrasi tersebut, menyampaikan bahwa tindakan keras tidak boleh mengakibatkan cedera. Menteri Dalam Negeri, Jonvic Remulla, menekankan bahwa pihaknya akan melindungi hak warga untuk berkumpul secara damai namun tidak akan mengizinkan ketidakstabilan dan kekerasan.

Sebagai langkah tambahan, Wali Kota Manila, Francisco Isko Moreno Domagoso, memberlakukan jam malam bagi anak di bawah usia 17 tahun, yang berlangsung dari pukul 10 malam hingga 4 pagi. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan di tengah kekhawatiran akan potensi lebih lanjut dari bentrokan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bentrokan Berdarah di Demonstrasi Filipina: Ratusan Ribuan Warga Menuntut Akuntabilitas Pemerintah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!