BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 JUNI 2025 • 06:27 WIB

Kecaman Terhadap Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal Mei 1998

urbanvibe.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima banyak kritik setelah menyatakan tidak ada bukti pemerkosaan massal yang terjadi selama kerusuhan Mei 1998. Komisi X DPR RI memandang perlu adanya klarifikasi dari Fadli Zon dalam rapat kerja yang dijadwalkan pada 24 Juni 2025.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya klarifikasi tersebut mengingat sensitivitas isu kekerasan seksual dalam sejarah bangsa. Pernyataan yang meragukan hasil Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dinilai dapat melukai penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Kecaman Terhadap Pernyataan Fadli Zon

Pernyataan Fadli Zon yang menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya rumor mengundang kritikan dari berbagai pihak. Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, mengungkapkan bahwa hal ini perlu diklarifikasi secara resmi agar kebenaran sejarah dapat ditegaskan.

Menurut Lalu Hadrian, isu kekerasan seksual merupakan hal yang sangat sensitif bagi masyarakat. Meragukan temuan TGPF dan menganggapnya sebagai rumor berpotensi mencederai upaya penegakan hak asasi manusia dan rekonsiliasi nasional.

Ia menggarisbawahi bahwa pemerintah harus menunjukkan empati kepada korban dan keluarganya, alih-alih meragukan fakta yang sudah dihimpun oleh TGPF.

Pentingnya Keterlibatan Pemerintah

Lalu menegaskan bahwa TGPF adalah dokumen resmi negara yang tidak seharusnya menjadi opini pribadi. Pejabat publik seharusnya berhati-hati dalam menyampaikan pendapat yang dapat merusak semangat penegakan hak asasi manusia.

Ia juga menyarankan agar tragedi Mei 1998 dimasukkan ke dalam narasi sejarah nasional, termasuk dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan kebudayaan. Dengan demikian, keadilan bagi para korban dapat terjamin dan pencegahan penghapusan sejarah bisa lebih efektif.

Sebagai anggota Komisi X DPR, Lalu mendesak pemerintah untuk memperkuat komitmen dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk peristiwa Mei 1998, baik secara yudisial maupun non-yudisial yang berpihak kepada korban.

Respon Fadli Zon Terhadap Kritikan

Menanggapi kritik tersebut, Fadli Zon menjelaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk meremehkan sejarah. Ia berpendapat bahwa dibutuhkan data dan kejelasan yang lebih jelas mengenai isu ini.

Dia merasa liputan investigatif tentang peristiwa tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya pemerkosaan massal. Fadli juga menunjukkan bahwa laporan TGPF sering kali hanya mencantumkan angka tanpa penjelasan rinci yang mendukung.

Fadli Zon mengutuk semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan menegaskan komitmennya untuk menarik perhatian lebih pada masalah tersebut, baik di masa lalu maupun saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kecaman Terhadap Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal Mei 1998

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!