Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Indonesia, menarik perhatian dengan debutnya yang mengesankan di Moto3 Thailand 2026, berhasil finis di posisi kelima.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Hal ini membuat berbagai media menjulukinya 'roket', menandakan potensi besar yang dimiliki dalam dunia balap motor internasional.
Debut Mengesankan di Moto3
Veda Ega Pratama memukau banyak orang dengan performanya yang mengesankan di Sirkuit Buriram, Thailand, pada balapan Moto3 yang diadakan akhir pekan lalu.
Dengan catatan waktu 32 menit 23,873 detik, ia hanya terpaut 9,687 detik dari pemenang balapan, David Almansa.
Sebagai seorang rookie, Veda menunjukkan keberanian dan ketenangan, bersaing dengan pembalap-pembalap berpengalaman dari seluruh dunia.
Penampilannya yang stabil selama sesi latihan sebelumnya menjadi gambaran jelas akan kesiapan dan kemampuannya untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Pujian dari Media Internasional
Media Jerman, Speedweek, memberi sorotan positif terhadap Veda, menyebutnya sebagai 'roket Moto3'.
Ulasan tersebut menilai dia mampu mengikuti ritme balapan dengan baik sambil bersaing ketat dengan rival-rivalnya.
"Di Grand Prix Thailand, bintang muda Honda kembali menunjukkan tajinya. Setelah melakukan awal yang solid, Pratama tidak hanya mampu menempel ketat barisan depan, tetapi juga berhasil meraih posisi ketiga pada lap keenam," ungkap Speedweek.
Pujian ini menunjukkan daya tarik dan kemampuan Veda yang mengesankan di kancah balap dunia.
Persiapan Menuju Balapan Selanjutnya
Dengan hasil yang memuaskan ini, Veda kini sudah bersiap untuk mengikuti seri berikutnya di Moto3 Brasil, yang akan diadakan di Autodromo Internacional de Goiania pada 20-22 Maret 2026.
Performa yang ditunjukkan di Thailand menjadi motivasi tambahan bagi pembalap berusia 17 tahun ini untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Keberhasilan Veda dalam mengungguli rekan setimnya, Zen Mitani, serta finishing yang memuaskan menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi balap motor.
Kesiapan dan determinasi Veda untuk terus belajar dan berkembang dalam setiap balapan akan menjadi kuncinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: