Pesona 'Glass Skin': Tren Makeup Abadi di Indonesia
Tren makeup 'glass skin' masih menjadi favorit di kalangan pecinta kecantikan di Indonesia. Dengan hasil akhir yang bersinar dan tampak sehat, banyak yang beralih menggunakan teknik ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dari influencer hingga acara-acara besar, 'glass skin' menjadi pilihan utama untuk menonjolkan cahaya alami wajah. Berbagai produk kecantikan pun dirancang khusus untuk mencapai tampilan ini.
Konsep 'glass skin' berasal dari Korea Selatan dan fokus pada kulit yang halus seperti kaca. Ini mencakup tampilan cerah, lembab, dan sehat, menciptakan kesan kulit ideal.
Lebih dari sekadar penampilan, 'glass skin' juga menekankan pentingnya perawatan kulit mendalam. Beberapa langkah skincare yang tepat menjadi sangat penting untuk mencapai tampilan ini.
Langkah pertama untuk mencapai 'glass skin' adalah memulai dengan rutinitas skincare yang baik. Penggunaan pembersih lembut, toner, serum, dan pelembap menjadi kunci utama.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Setelah kulit siap, gunakan primer untuk menciptakan efek lebih halus sebelum mengaplikasikan foundation. Pilih foundation dengan finish dewy untuk hasil yang lebih maksimal.
Selain itu, tambahkan highlighter di area strategis seperti tulang pipi dan hidung. Ini akan menambah kesan bercahaya yang diinginkan.
Banyak produk yang dapat membantu menciptakan tampilan 'glass skin'. Serum dengan kandungan hyaluronic acid memberikan kelembapan tambahan yang sangat dibutuhkan.
Krim BB atau CC juga sangat direkomendasikan, karena selain menutupi kekurangan, produk ini memberikan finish lembut dan lembab.
Tidak ketinggalan, penggunaan tabir surya harus tetap diperhatikan. Melindungi kulit dari sinar matahari merupakan hal yang sangat penting meskipun ingin tampil cantik.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: