Cerita Horor Lokal 'Songko' Siap Menghantui Layar Lebar Indonesia
Film horor 'Songko' baru saja menggelar gala premiere di Metropole XXI, Jakarta, menandai debut yang membawa cerita lokal Minahasa ke layar lebar.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Tayang mulai 23 April 2026, film ini diharapkan dapat mempromosikan kekayaan budaya dan cerita daerah Indonesia dengan nuansa horor yang autentik.
Produser Eksekutif dari Santara, Whisnu Baker, menjelaskan bahwa tujuan film ini adalah untuk membawa cerita lokal ke level yang lebih luas tanpa mengorbankan keaslian.
Riset mendalam menjadi bagian penting dari proses pembuatan film, melibatkan kepala adat dan masyarakat setempat agar setiap detil film mencerminkan realitas budaya yang ada.
Sekitar 60 persen dari cast dan crew merupakan warga Manado dan sekitarnya, menambah kolaborasi lokal yang signifikan dalam produksi ini.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Cerita 'Songko' berfokus pada teror kelam yang mengancam perempuan muda di Tomohon pada tahun 1986, di mana ketakutan dapat menyulut masalah dalam hubungan antar warga.
Sutradara Gerald Mamahit menyatakan bahwa kekuatan film terletak pada ketakutan yang mendalam, yang bersumber dari hubungan sosial dan kehilangan kepercayaan di masyarakat.
Film ini menggambarkan perjuangan komunitas untuk melawan tekanan dan ketakutan yang mengganggu kedamaian desa mereka.
Produksi 'Songko' melakukan pembangunan set secara unik di kaki Gunung Lokon, yang tidak hanya digunakan untuk syuting, tetapi juga menjadi simbol usaha nyata tim.
Set yang dibangun dari nol ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, menampilkan sinergi yang kuat antara seni dan budaya lokal.
Usai gala premiere di Jakarta, film ini berencana melanjutkan seri premiere ke Manado, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar cerita yang diangkat.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: