Robot Humanoid Terjangkau dari China Siap Masuki Pasar 2026
Perusahaan teknologi asal China, Songyan Power, baru saja meluncurkan robot humanoid bernama 'Bumi' yang dibanderol seharga Rp23 juta. Ini menjadikannya salah satu robot termurah di dunia yang dirancang khusus untuk pendidikan dan interaksi dengan anak-anak.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Robot ini akan mulai dijual pada Januari 2026, membawa harapan baru di bidang pendidikan teknologi dan robotika bagi pengguna di seluruh dunia.
Robot Bumi menampilkan desain kecil dan ringan, serta memiliki kemampuan untuk berjalan, berlari, dan bahkan menari. Selain itu, robot ini dapat merespons perintah suara, membuatnya lebih interaktif bagi penggunanya.
Kemudahan pemrograman menjadi salah satu keunggulan Bumi, di mana pengguna dapat memanfaatkan alat drag-and-drop yang sederhana. Hal ini membuat Bumi sangat cocok untuk individu yang baru mulai belajar tentang robotika.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Di pasar global, harga robot humanoid sering kali sangat tinggi. Misalnya, robot Tesla Optimus di Amerika Serikat diperkirakan akan dihargai antara US$20.000 hingga US$30.000, yang setara dengan Rp334 juta hingga Rp500 juta.
Sebagai perbandingan, Agility Robotics' Digit yang dirancang untuk digunakan di gudang dan pabrik dibanderol sekitar US$250.000 atau Rp4,18 miliar. Ini menunjukkan betapa signifikan perbedaan harga Bumi dibandingkan dengan robot-robot sejenis dalam skala internasional.
Pendekatan yang diambil oleh perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat lebih menekankan pada produktivitas industri dan keamanan. Hal ini menyebabkan adopsi konsumen terhadap teknologi baru berjalan lebih lambat.
Sebaliknya, perusahaan-perusahaan asal China, termasuk Songyan Power, lebih fokus pada produksi cepat dengan biaya rendah. Meskipun margin keuntungan tipis, strategi ini memungkinkan mereka untuk bersaing lebih agresif di pasar global yang semakin berkembang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: