Kenaikan Harga PC dan Laptop Dipicu Krisis Memori Global
Industri PC saat ini menghadapi tantangan besar akibat krisis memori global, yang kemungkinan akan mengakibatkan kenaikan harga perangkat elektronik ini hingga tahun 2028.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Sebuah laporan dari firma riset pasar Gartner menyebutkan bahwa produk PC dengan harga di bawah US$500 mungkin akan lenyap dari pasar dalam waktu dekat.
Harga RAM dan komponen memori lainnya saat ini sudah cukup tinggi, yang mengarah pada peningkatan biaya produksi secara drastis.
Gartner memperkirakan bahwa komponen memori akan menyumbang 23% dari total biaya perangkat pada tahun 2026, naik dari 16% di tahun sebelumnya.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Analis Gartner, Atrwal, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya memori memberikan dampak negatif terhadap pengiriman PC secara global, yang diperkirakan akan mengalami penurunan hingga 10,4% pada tahun 2026.
Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi para vendor, yang harus menyesuaikan harga jual mereka tanpa merugikan marjin keuntungan.
Gartner menyarankan agar vendor tidak menyerap biaya yang meningkat demi menjaga profitabilitas.
Meskipun penjualan diprediksi akan turun, langkah ini dinilai lebih sehat dibandingkan mengorbankan marjin untuk menarik pembeli sensitif terhadap harga.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: