Penyanyi Denada baru-baru ini berbagi kisah momen kelahiran putranya, Ressa, yang meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Menghadapi persalinan sendirian, ia merasakan tekanan mental dan emosional yang kuat saat harus merahasiakan kehadiran bayi tersebut dari publik.
Kenangan Persalinan yang Menyakitkan
Denada mengenang kembali pengalaman melahirkan Ressa dengan rasa sedih dan sakit yang tak terlukiskan. Ia mengungkapkan, "Jujur, kembali lagi aku kayak ada flashback. Yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri, dan aku sedih banget, dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone."
Kondisi yang dihadapi Denada pada saat melahirkan jauh dari harapan. Ia berharap proses tersebut menjadi momen bahagia, namun harus menyimpan kenyataan pahit bahwa ia sedang berjuang seorang diri.
"Mestinya kan situasinya ideal, ada bapaknya, ada ibunya. Dan pada saat itu aku melihat betapa itu harus kita rahasiakan," ungkapnya dengan nada penuh kegetiran.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Beban Rasa Bersalah Sebagai Seorang Ibu
Setelah melalui proses persalinan mandiri, Denada berjuang dengan perasaan bersalah yang terus menghantuinya. Ia merasakan seakan telah gagal menjalankan perannya sebagai ibu.
"I feel so guilty, aku merasa bersalah banget. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semua," ujarnya dengan nada emosional.
Setiap kali bertemu dengan Ressa, perasaan ragu dan canggung kerap menyelimuti Denada. "Setiap aku melihat dia, langsung berasa kayak 'iya ya, tahu apa enggak ya? Tahu apa enggak ya?' Rasa canggung itu muncul karena aku merasa bersalah sama dia," jelasnya.
Membangun Jembatan Komunikasi dengan Ressa
Kepergian Emilia Contessa, ibu Denada, menempatkan ia dalam posisi sebagai satu-satunya yang dapat memberikan kejujuran kepada Ressa. Meski hasilnya belum sesuai harapan, Denada terus berusaha membangun komunikasi.
"Ressa kalau boleh, ingin rasanya ketemu Ressa. Enggak untuk apa-apa, aku hanya ingin ketemu kalau boleh pengin peluk aja. Tapi kalau Ressa enggak mau juga dimengerti kok," harapnya.
Berkomitmen untuk menjelaskan berbagai hal kepada anaknya, Denada tidak berusaha mencari pembenaran, melainkan ingin menjelaskan kebenaran dari sudut pandang ibunya. "Aku berutang penjelasan-penjelasan ini kepada dia," tutupnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: