Last Samurai Standing: Drama Sejarah Jepang yang Menggugah Perjuangan Seorang Mantan Samurai
Last Samurai Standing merupakan serial drama sejarah yang menarik, menampilkan perjalanan seorang mantan samurai yang terjerat dalam pertempuran tak berujung demi keselamatan keluarganya.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Berlatar belakang tahun 1878, cerita ini berpusat pada Shujiro Saga yang memainkan peran vital dalam turnamen mematikan untuk menyelamatkan istrinya dari ancaman wabah kolera.
Jepang pada tahun 1878 mengalami gejolak setelah Pemberontakan Satsuma, di mana pemerintah kekaisaran menghapus status serta hak istimewa kelas samurai.
Kekacauan sosial ini semakin parah dengan tingginya angka kemiskinan serta merebaknya wabah kolera, memaksa banyak samurai kehilangan identitas dan tujuan hidup.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dalam situasi yang krisis ini, satu-satunya harapan berasal dari turnamen bernama Kodoku yang mengumpulkan 292 samurai terbaik dari seluruh Jepang di Kuil Tenryuji, Kyoto.
Turnamen ini menjadi jalur menuju Tokyo, dengan setiap peserta diharuskan mempertahankan label kayu identitas demi meraih hadiah sebesar 100 miliar yen.
Cerita berfokus pada Shujiro Saga, yang memiliki motivasi lebih personal dibandingkan peserta lain yang bergabung dalam turnamen.
Shujiro merasa terpaksa untuk memenangkan turnamen demi menyelamatkan istri dan anaknya dari wabah kolera, mencerminkan dilema moral yang mendalam antara membantu sesama dan menyelamatkan diri sendiri.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: