Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:22 WIB

Risiko Keamanan Serius Menghantui Pengguna Android Tua di Seluruh Dunia

Author

Risiko Keamanan Serius Menghantui Pengguna Android Tua di Seluruh Dunia

Sistem operasi Android kembali menjadi sorotan akibat masalah keamanan yang serius. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 30% pengguna di seluruh dunia masih menggunakan versi Android 13 atau lebih tua yang rentan terhadap ancaman.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Dengan sekitar satu miliar pengguna yang tidak menerima pembaruan resmi dari Google, risiko keamanan menjadi potensi ancaman yang signifikan. Ini mengkhawatirkan karena pembaruan keamanan terbaru telah berhasil menangani lebih dari 100 celah berbahaya.

Kondisi Terkini Pengguna Android

Menurut laporan terbaru, lebih dari 30% pengguna Android di seluruh dunia masih menggunakan Android 13 yang dirilis pada tahun 2022. Hal ini mengindikasikan bahwa sangat sedikit pengguna yang melakukan pembaruan pada perangkat mereka, dengan sekitar satu miliar perangkat yang kini berada dalam keadaan tanpa dukungan.

Temuan dari Zimperium menegaskan bahwa masalah ini semakin serius, mencatat bahwa lebih dari 50% perangkat mobile global menggunakan sistem operasi yang tidak diperbarui setidaknya sekali dalam setahun. Hal ini meningkatkan risiko terkena serangan malware yang berbahaya.

Dalam konteks ini, pembaruan keamanan yang dirilis pada bulan Desember lalu sangat penting, karena telah menambal sedikitnya 107 celah keamanan. Pengguna yang tidak memperbarui perangkat mereka akan kehilangan perlindungan dari celah-celah yang dapat berpotensi dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perbandingan dengan Ekosistem Apple

Dalam analisis yang sama, perbedaan mencolok muncul saat membandingkan Android dengan iOS. StatCounter mencatat bahwa sekitar 90% iPhone aktif di seluruh dunia masih menerima pembaruan perangkat lunak dari Apple, meninggalkan hanya sekitar 10% perangkat yang tidak mendapatkan dukungan.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Salah satu faktor utama dari perbedaan ini adalah tingkat fragmentasi dalam ekosistem Android, di mana berbagai produsen ponsel menciptakan beragam jenis perangkat dengan berbagai prosesor dan antarmuka. Hal ini membuat distribusi pembaruan menjadi lebih lambat dan tidak efisien.

Sementara itu, Apple—yang merupakan pengembang tunggal iOS—memiliki keunggulan dalam memberikan pembaruan secara serentak kepada semua perangkat yang kompatibel. Ini memungkinkan mereka untuk menerapkan peningkatan keamanan dengan lebih cepat dan efektif.

Ancaman Keamanan dan Tindakan Penanggulangan

Kurangnya pembaruan pada perangkat Android menciptakan risiko keamanan yang signifikan. Celah-celah yang sudah diketahui sering dieksploitasi oleh peretas, khususnya pada sistem operasi yang belum diupdate.

Badan-badan penegak hukum memperingatkan bahwa kejahatan siber sering kali menargetkan perangkat yang menjalankan sistem operasi versi lama guna mencuri data pribadi, termasuk informasi sensitif terkait kredensial aplikasi keuangan.

James Maude dari BeyondTrust menekankan bahwa eksploitasi keamanan ini dapat menjadi

senjata wajib

bagi banyak kelompok peretas. Oleh karena itu, sangat disarankan agar pengguna segera memperbarui sistem operasi mereka ke versi yang lebih baru untuk melindungi data mereka dari potensi serangan.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU