Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Emosi Pengguna

Author

Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Emosi Pengguna

Algoritma media sosial semakin pintar dan kini memiliki dampak signifikan terhadap emosi pengguna. Banyak orang menyadari bahwa konten yang mereka lihat di media sosial dapat mempengaruhi suasana hati mereka setiap hari.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa algoritma dirancang untuk menangkap perhatian dan memicu reaksi emosional, sering membuat pengguna terjebak dalam lautan konten yang dapat menciptakan perasaan bahagia, sedih, atau bahkan marah.

Apa Itu Algoritma Media Sosial?

Algoritma media sosial merujuk pada serangkaian aturan dan prosedur yang digunakan oleh platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Mereka berfungsi untuk menentukan konten yang ditampilkan kepada pengguna, berdasarkan preferensi dan interaksi sebelumnya.

Dengan kata lain, algoritma berfungsi seperti 'ramalan' mengenai apa yang disukai pengguna. Misalnya, jika seseorang sering berinteraksi dengan konten tentang hewan peliharaan, algoritma akan semakin sering menampilkan konten serupa di beranda mereka.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Dampak Emosional dari Algoritma

Tidak semua konten yang ditampilkan oleh algoritma memiliki dampak positif. Beberapa pengguna melaporkan perasaan cemas atau tertekan setelah bercengkerama di beranda mereka, khususnya saat menghadapi konten berita buruk atau isu sosial yang terlalu memicu emosi negatif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pengguna merasa lebih bahagia setelah melihat konten positif, sementara mereka merasa lebih sedih ketika terpapar berita negatif. Ini menggambarkan betapa kuatnya dampak algoritma dalam mempengaruhi suasana hati penggunanya.

Mengatur Konsumsi Konten di Media Sosial

Agar pengaruh negatif dari algoritma dapat diminimalkan, sangat penting bagi pengguna untuk lebih bijak dalam memilih konten yang mereka konsumsi. Mengatur pengaturan privasi atau memilih untuk mengikuti akun yang berisi konten positif dapat berperan dalam meningkatkan pengalaman di media sosial.

Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur seperti 'menyembunyikan' konten yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Melalui cara ini, mereka dapat lebih mengontrol apa yang muncul di beranda dan mengurangi efek emosional yang tidak diinginkan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU