Kenaikan Harga Komponen Elektronik Pertahankan Tren hingga 2026
Harga komponen elektronik seperti DRAM, SSD, router, dan set-top box diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026. Hal ini dipandang sebagai tantangan bagi banyak perusahaan di sektor teknologi dan telekomunikasi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Analisis dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa tren kenaikan harga ini akan berlanjut setidaknya sampai pertengahan tahun 2026, dengan potensi mencapai puncaknya pada periode tersebut.
Kenaikan harga memori DRAM telah melonjak lebih dari 600% dalam setahun terakhir, dengan sorotan pada peningkatan harga RAM dan SSD jenis NAND. Namun, analisis juga mengindikasikan bahwa produk seperti router dan set-top box akan turut terdampak.
Lembaga Riset Counterpoint mencatat bahwa dalam sembilan bulan terakhir, harga memori untuk smartphone telah mengalami kenaikan tiga kali lipat. Di sisi lain, produk broadband berbasis memori konsumen naik hampir tujuh kali lipat.
Tantangan ini dihadapi oleh perusahaan telekomunikasi yang merencanakan peluncuran layanan broadband berbasis fiber atau fixed wireless pada 2026. Monitoring ketat terhadap kenaikan harga menjadi penting untuk merencanakan strategi penjualan yang efektif.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Counterpoint memprediksi bahwa pengiriman smartphone global akan menyusut sebesar 2,1% pada 2026. Di sisi lain, harga ponsel diperkirakan akan naik hingga 6,9%.
Kenaikan harga ini terkait langsung dengan biaya komponen perakitan atau bill of materials (BOM) perangkat. Biaya komponen smartphone kelas bawah tercatat meningkat sekitar 25% dibandingkan awal tahun.
Sementara itu, smartphone kelas menengah mengalami kenaikan biaya BOM sekitar 15%, sedangkan model flagship meningkat sekitar 10%.
Jika tren kenaikan harga berlanjut hingga kuartal kedua 2026, biaya BOM bisa meningkat antara 8% hingga 15%. Hal ini menyajikan tantangan bagi produsen dalam mengelola biaya produksi dan penetapan harga.
Perusahaan telekomunikasi dan produsen perlu mengidentifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang telah mengamankan pasokan yang cukup. Memahami dinamika harga dan biaya yang terus berubah di pasar juga jadi sangat krusial.
Dengan mematuhi tren tersebut, perusahaan di sektor telekomunikasi diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat untuk menghadapi lonjakan harga dan memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: